Signalberita.com – Pergerakan harga kopi Brasil hingga Agustus 2026, terjadi peningkatan, setelah kinerja pengiriman pada bulan sebelumnya mengecewakan. Data Dewan Eksportir Kopi Brasil (Cecafé) menunjukkan volume ekspor kopi dalam berbagai bentuk mencapai 4.155.451 kantong sepanjang Agustus.
Angka tersebut menjadi volume ekspor tertinggi yang pernah tercatat untuk periode Agustus, sekaligus meningkat sekitar 31 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif juga terlihat pada ekspor kopi hijau. Pengiriman komoditas tersebut mencapai 3.819.443 kantong, menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun dan tumbuh sekitar 31,7 persen secara tahunan.
Peningkatan ekspor tidak hanya di dorong oleh kopi Arabika. Kopi jenis Conilon dan Robusta juga mencatat kinerja ekspor terbaiknya untuk bulan Agustus.
Presiden Cecafé, Márcio Ferreira, mengatakan peningkatan tersebut antara lain di pengaruhi oleh bertambahnya pasokan Arabika dari panen terbaru. Pasokan mulai masuk ke pasar setelah sebelumnya mengalami keterlambatan akibat curah hujan.
Di sisi lain, peningkatan kualitas kopi non-Arabika turut membantu mendongkrak kinerja ekspor Brasil.
Ekspor ke Sejumlah Negara Meningkat
Kenaikan pengiriman juga terlihat pada sejumlah negara tujuan. Ekspor kopi Brasil ke Amerika Serikat menunjukkan peningkatan, sementara pengiriman ke Belanda mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.
Ekspor ke Italia juga mencatat pertumbuhan sekitar 12,8 persen secara tahunan. Sementara itu, pengiriman ke Jepang meningkat sekitar 22 persen, sedangkan ekspor ke Turki tumbuh sekitar 8,2 persen.
Peningkatan ekspor Brasil di nilai berpotensi membantu mengisi kembali persediaan kopi Arabika bersertifikat di bursa ICE. Berdasarkan analisis Reuters, persediaan tersebut saat ini berada pada level yang sangat rendah di bandingkan sejarah beberapa dekade terakhir.
Antwerp, Belgia, menjadi salah satu lokasi utama penyimpanan stok kopi bersertifikat tersebut dan mencakup lebih dari dua pertiga total persediaan.
Reuters juga melaporkan adanya indikasi bahwa sejumlah perusahaan perdagangan komoditas tengah mempertimbangkan proses sertifikasi kopi Brasil untuk memenuhi kebutuhan kontrak berjangka. Namun, perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut tidak memberikan komentar mengenai kabar tersebut.
Infrastruktur Pelabuhan Masih Jadi Kendala
Meski ekspor meningkat, industri kopi Brasil masih menghadapi persoalan infrastruktur pelabuhan. Menurut Ferreira, keterbatasan infrastruktur menyebabkan proses pengiriman berjalan lebih lambat dan meningkatkan biaya bagi para eksportir.
“Para eksportir kopi masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pelabuhan yang memperlambat pengiriman dan menimbulkan biaya tambahan,” ujar Ferreira dalam laporan Cecafé.
Selain persoalan logistik, kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga sebelumnya menimbulkan ketidakpastian bagi eksportir Brasil.
Ferreira mengatakan kondisi tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan seiring dengan perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap produk kopi Brasil.
Menurutnya, ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS di harapkan semakin berkurang sehingga aktivitas perdagangan kopi dapat kembali membaik.
Harga Futures Kopi Tertekan
Peningkatan ekspor kopi Brasil turut memberikan tekanan terhadap harga kontrak berjangka kopi pada perdagangan terakhir pekan tersebut.
Pada Jumat, 11 September 2026, harga futures kopi di New York dan London sama-sama tercatat turun sekitar 0,8 persen.
Kontrak kopi di New York di tutup pada level 285,70 sen, sedangkan kontrak di London berada di sekitar US$3,525.
Data ekspor Brasil yang kuat, di tambah laporan dari International Coffee Organization (ICO), menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pelemahan harga kopi di pasar berjangka.
Dengan meningkatnya pasokan dari Brasil, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada perkembangan stok kopi bersertifikat, kondisi panen berikutnya, serta arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arus perdagangan kopi global.(*)

















