TEBO, Signalberita.com – Titik Hotspot di kabupaten Tebo hingga September 2026, mencapai 1.121 titik. Hal ini berdasarkan data dari Sipongi kementerian kehutanan (Kemenhut).
Dari 1.121 titik hotspot tersebut tersebar di semua Kecamatan, dominannya di Kecamatan Sumay.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah melalui Sekban, Ahmad Rony mengatakan bahwa pagi tadi kami pantau di Sipongi, pada hari ini lumayan banyak terdapat titik hotspot di Kab Tebo, namun dominan berada di Kec Sumay, khususnya di desa Pemayungan.
Lebih jauh di katakan, Rony, terkait jumlah luasan areal perusahaan yang telah di tangani selama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kab Tebo, untuk kebakaran lahan korporasi belum bisa di rekap, yang jelas berdasarkan data kami tangani di dalam area konsesi, kita tidak punya, berapa real sebenarnya luasan kebakaran tersebut.
” Karena kita belum menerima laporan resmi terkait kondisi Karhutla di daerah korporasi atau perusahaan masing-masing, namun begitu ada sekitar lima perusahaan yang sempat kami tangani selama Karhutla.
Untuk penanganan kebakaran dalam kawasan hutan produksi, kemarin ada terjadi di desa Teluk Pandak Kec Tebo Tengah, dengan prediksi luasan terbakar sekitar 50 hektar,”jelas Rony.
Sementara itu Rony mengungkapkan terkait penanganan yang telah di lakukan terhadap perusahaan korporasi tersebut antara lain, pertama pt lestari asri jaya (LAJ), pt alam bukit tigapuluh (ABT), pt persada harapan kahuripan (PHK) makin grup, pt tebo alam lestari (TAL) dan PT Bajabang, semuanya ada lima berdasarkan laporan kita dari Satgas, kita rangkum luasan-luasan Karhutla yang berada di area konsesi. (*)



















