Penerapan Parkir dengan QRIS di Kota Jambi Belum Optimal, Ini Kendalanya

KOTAJAMBI.COM – Meskipun pembayaran retribusi parkir non Tunai dengan QRIS terus di Sosialisasikan oleh Pemerintah kota Jambi, namun, penerapan tetap masih belum maksimal.

Kendala Penerapan Parkir QRIS

Hal ini di akui Wali Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana. Dia mengatakan bahwa untuk  perubahan pola pembayaran dari tunai ke non-tunai membutuhkan waktu dan penyesuaian, baik dari masyarakat maupun juru parkir (jukir).

“Sudah ada beberapa kawasan yang kita kumpulkan, di berikan rekening bank dan QRIS, tetapi memang belum berjalan maksimal. Perubahan perilaku ini butuh proses,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Menurut Maulana, hambatan utama penerapan QRIS datang dari dua sisi. Pertama, masyarakat yang belum terbiasa dengan transaksi non-tunai. Kedua, para jukir yang enggan berubah karena merasa lebih nyaman dengan pola lama.

“Kami sudah melakukan penindakan, dengan memberikan surat peringatan kepada jukir yang tidak patuh. Tapi memang tidak mudah karena sudah lama terbiasa dengan sistem lama,” jelasnya.

Untuk mempercepat implementasi, Maulana memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Jambi menetapkan kawasan percontohan parkir QRIS sebelum di terapkan secara menyeluruh.

“Kalau sudah berjalan nyaman di titik percontohan, nanti baru di perluas. Tidak ada pilihan lain, karena ini bagian dari upaya meningkatkan PAD, sekaligus kesejahteraan jukir dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Maulana juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mendukung program tersebut. “Kami harap warga Kota Jambi bisa membantu dengan mulai menggunakan QRIS saat membayar parkir. Di sisi lain, jukir juga akan terus kami edukasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, menegaskan pihaknya sudah membekali sekitar 300 jukir dengan rekening dan QRIS dari total 500 jukir resmi di Kota Jambi.

“Untuk penindakan, kami akan tegas. Jukir yang tidak patuh akan di berikan Surat Peringatan (SP). Kalau berulang, kami tidak segan melakukan pemecatan,” katanya.

Saleh menambahkan, saat ini di siapkan empat kawasan percontohan penerapan QRIS, yakni Tugu Kris Siginjai, Kawasan Pasar, Danau Sipin, serta Pasar Aur Duri.

“Fenomena yang kami temui, banyak jukir yang malas menggunakan QRIS meski sudah di fasilitasi. Jadi kawasan percontohan ini akan di awasi ketat,” tandasnya.(Gda)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago