Oplus_131072
KOTAJAMBI.COM – Meskipun pembayaran retribusi parkir non Tunai dengan QRIS terus di Sosialisasikan oleh Pemerintah kota Jambi, namun, penerapan tetap masih belum maksimal.
Hal ini di akui Wali Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana. Dia mengatakan bahwa untuk perubahan pola pembayaran dari tunai ke non-tunai membutuhkan waktu dan penyesuaian, baik dari masyarakat maupun juru parkir (jukir).
“Sudah ada beberapa kawasan yang kita kumpulkan, di berikan rekening bank dan QRIS, tetapi memang belum berjalan maksimal. Perubahan perilaku ini butuh proses,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Menurut Maulana, hambatan utama penerapan QRIS datang dari dua sisi. Pertama, masyarakat yang belum terbiasa dengan transaksi non-tunai. Kedua, para jukir yang enggan berubah karena merasa lebih nyaman dengan pola lama.
“Kami sudah melakukan penindakan, dengan memberikan surat peringatan kepada jukir yang tidak patuh. Tapi memang tidak mudah karena sudah lama terbiasa dengan sistem lama,” jelasnya.
Untuk mempercepat implementasi, Maulana memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Jambi menetapkan kawasan percontohan parkir QRIS sebelum di terapkan secara menyeluruh.
“Kalau sudah berjalan nyaman di titik percontohan, nanti baru di perluas. Tidak ada pilihan lain, karena ini bagian dari upaya meningkatkan PAD, sekaligus kesejahteraan jukir dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Maulana juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mendukung program tersebut. “Kami harap warga Kota Jambi bisa membantu dengan mulai menggunakan QRIS saat membayar parkir. Di sisi lain, jukir juga akan terus kami edukasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, menegaskan pihaknya sudah membekali sekitar 300 jukir dengan rekening dan QRIS dari total 500 jukir resmi di Kota Jambi.
“Untuk penindakan, kami akan tegas. Jukir yang tidak patuh akan di berikan Surat Peringatan (SP). Kalau berulang, kami tidak segan melakukan pemecatan,” katanya.
Saleh menambahkan, saat ini di siapkan empat kawasan percontohan penerapan QRIS, yakni Tugu Kris Siginjai, Kawasan Pasar, Danau Sipin, serta Pasar Aur Duri.
“Fenomena yang kami temui, banyak jukir yang malas menggunakan QRIS meski sudah di fasilitasi. Jadi kawasan percontohan ini akan di awasi ketat,” tandasnya.(Gda)
Kenduri Sko Koto Baru, Menghidupkan Warisan Leluhur Kota Sungai Penuh – Semangat pelestarian budaya kembali…
SIGNALBERITA.COM - Bangun pagi, terutama sekitar pukul 04.00, memang tidak mudah bagi sebagian orang. Kebiasaan…
SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek,…
SIGNALBERITA.COM - Honda ADV160 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu skutik petualang paling di minati…
SIGNALBERITA.COM - Ramuan bawang putih dan madu di kenal dalam pengobatan tradisional dan sering di…
SIGNALBERITA.COM - Muncul benjolan berisi nanah sering kali menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada…