SUNGAIPENUH, Signalberita.com – Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 Kota sungai penuh, pada Minggu (08/11/2026) di Warnai aksi unjuk rasa oleh Mahasiswa Kerinci dan Sungai Penuh, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sungai Penuh.
Pantauan di lapangan terlihat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), PMII, IMM, KAMMI, BEM STIE dan BEM IAIN Kerinci, memblokade pintu utama masuk ke kantor DPRD Kerinci.
Aksi Unjuk rasa ini sempat terlibat aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kemanan Sat Pol PP dan Kepolisian, beberapa mahasiswa pun sempat kena pukul oleh petugas.
Aksi ini mahasiswa ini, mengkritik Kepemimpinan Walikota Alfin dan Wawako Azhar Hamzah, yang dinilai selama 2 tahun tidak ada kemajuan, begitu juga dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dinilai Menyalahi aturan.
“Kami nilai TPST di RKE tidak dilakukan pengolahan sampah dan lokasinya pun tidak sesuai aturan, kemudian juga dinilai sarat dengan politik,”ujar Korlap Isbal.
Setelah lama berorasi para mahasiswa ini di temui Walikota Sungai Penuh, Alfin. Dihadapan mahasiswa dia menyampaikan bahwa untuk lokasi TPST di Ranah Kayu Embun (RKE) tidak ada kaitan dengan Politik dan sesuai dengan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“TPST di Ranah Kayu Embun, merupakan solusi dalam mengatasi masalah sampah di kota Sungai Penuh, untuk lokasi tersebut sudah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup,”jelasnya.
Setelah menjawab tuntutan dari mahasiswa, Walikota Langsung masuk menuju ruang rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT kota Sungai Penuh ke-18.
Hingga Rapat Paripurna DPRD kota Sungai Penuh berlangsung, mahasiswa masih bertahan di depan kantor DPRD Sungai Penuh meski dalam kondisi hujan. (Tim)






















