MANILA, Signalberita.com — Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. melakukan perombakan kabinet dengan menunjuk mantan juara tinju dunia Manny Pacquiao untuk membantu menangani persoalan kemiskinan di negara tersebut.
Pacquiao resmi bergabung dalam pemerintahan pada Selasa (8/9/2026). Mantan senator berusia 47 tahun itu di percaya memimpin Komisi Anti-Kemiskinan Nasional atau National Anti-Poverty Commission (NAPC), lembaga pemerintah yang menangani program pengentasan kemiskinan.
Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier politik Pacquiao setelah sebelumnya aktif sebagai anggota parlemen dan pernah mencalonkan diri sebagai presiden Filipina.
Pacquiao mengatakan pengalaman hidupnya yang pernah berada dalam kondisi serba kekurangan menjadi salah satu alasan kuat untuk membantu masyarakat miskin.
“Saya berasal dari kemiskinan,” kata Pacquiao, sebagaimana di kutip Reuters.
Ia mengungkapkan pernah tidur di atas kardus di jalan, bahkan mengalami masa ketika tidak memiliki makanan. Uang receh yang berhasil di kumpulkannya juga di gunakan untuk membantu keluarganya.
Pemerintah Filipina Targetkan Kemiskinan Turun
Pacquiao mengambil alih lembaga pengentasan kemiskinan ketika pemerintah Marcos Jr. tengah berupaya menekan tingkat kemiskinan nasional.
Pemerintah Filipina menargetkan angka kemiskinan berada di kisaran 8 hingga 9 persen pada 2028.
Data pemerintah menunjukkan tingkat kemiskinan Filipina turun menjadi 9,7 persen pada 2025. Angka tersebut masih setara dengan sekitar 11,08 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Dengan pengalaman hidup yang pernah di jalani, Pacquiao di harapkan dapat memberikan perspektif berbeda dalam merancang maupun menjalankan program yang menyasar masyarakat kurang mampu.
Dari Kehidupan Sulit hingga Juara Dunia
Sebelum di kenal sebagai salah satu petinju terbaik dunia, Pacquiao menjalani kehidupan yang jauh dari kemewahan.
Ia pernah bekerja sebagai penumpang gelap kapal dan terlibat dalam pertarungan jalanan ketika masih muda. Perjalanan hidupnya kemudian berubah setelah menekuni dunia tinju secara profesional.
Pacquiao tercatat sebagai satu-satunya petinju yang berhasil meraih gelar juara dunia di delapan kelas atau divisi berat berbeda.
Popularitasnya di Filipina pun sangat besar. Pertandingan yang melibatkan Pacquiao pada masa kejayaannya mampu menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga tokoh politik dan selebritas internasional.
Pernah Gagal dalam Pilpres Filipina
Di luar ring tinju, Pacquiao kemudian terjun ke dunia politik dan pernah menjabat sebagai senator Filipina.
Pada pemilihan presiden 2022, ia turut mencalonkan diri sebagai kandidat presiden. Namun, upayanya untuk menduduki kursi kepemimpinan tertinggi Filipina tersebut tidak berhasil.
Kini, penunjukan sebagai pimpinan NAPC menjadi jabatan kabinet pertama yang diembannya dalam pemerintahan.
Dengan latar belakang sebagai mantan petinju, senator dan tokoh yang pernah mengalami kehidupan dalam kemiskinan, Pacquiao menghadapi tantangan baru untuk membantu pemerintah Filipina mencapai target penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun mendatang.(*)




















