JAKARTA, Signalberita.com – Sebagian besar masyarakat Amerika Serikat dijadwalkan kembali menyesuaikan jam saat kebijakan daylight saving time (DST) berakhir pada 1 November 2026. Pada hari tersebut, jam akan dimundurkan satu jam sehingga masyarakat memperoleh tambahan waktu satu jam berdasarkan perhitungan jam lokal.
Rencana ini tetap berjalan meskipun sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat mendorong agar daylight saving time diberlakukan secara permanen. Usulan tersebut belum memperoleh kepastian karena pembahasannya di Senat masih tertunda.
Daylight saving time merupakan kebijakan penyesuaian waktu yang membuat jam dimajukan pada periode tertentu dalam setahun. Ketika periode tersebut berakhir pada musim gugur, jam kembali dimundurkan ke waktu standar.
Kapan Daylight Saving Time Berakhir pada 2026?
Berdasarkan jadwal yang berlaku, daylight saving time di Amerika Serikat berakhir pada Minggu, 1 November 2026, pukul 02.00 waktu setempat.
Saat itu, jam akan dikembalikan menjadi pukul 01.00 waktu standar. Dengan demikian, masyarakat yang berada di wilayah yang menerapkan DST akan mendapatkan tambahan waktu satu jam pada malam tersebut.
Perubahan ini berlaku sesuai zona waktu masing-masing wilayah. Karena itu, waktu pelaksanaan penyesuaian mengikuti waktu lokal di setiap daerah.
Wilayah AS yang Tidak Menerapkan Daylight Saving Time
Tidak seluruh wilayah Amerika Serikat mengikuti kebijakan daylight saving time. Mengacu pada informasi Departemen Transportasi AS, sebagian besar wilayah Arizona dan Hawaii menggunakan waktu standar sepanjang tahun.
Sejumlah wilayah teritorial AS juga tidak menerapkan perubahan jam musiman. Wilayah tersebut meliputi American Samoa, Guam, Kepulauan Mariana Utara, Puerto Riko, dan Kepulauan Virgin AS.
Namun, terdapat pengecualian di Arizona. Wilayah Navajo Nation menerapkan daylight saving time, mengikuti penyesuaian waktu di wilayah sekitarnya yang berada di New Mexico, Utah, dan Colorado.
Mengapa Amerika Serikat Mengubah Jam Dua Kali Setahun?
Kebijakan daylight saving time di Amerika Serikat diatur melalui peraturan federal yang tercantum dalam Title 15, Chapter 6, Subchapter IX, mengenai waktu standar.
Dalam sistem yang berlaku saat ini, jam dimajukan pada musim semi dan dikembalikan satu jam pada musim gugur. Penyesuaian tersebut telah menjadi bagian dari pengaturan waktu di berbagai wilayah Amerika Serikat selama puluhan tahun.
Perdebatan mengenai kebijakan ini semakin mengemuka pada era krisis minyak tahun 1970-an. Pemerintah dan Kongres saat itu berupaya memanfaatkan daylight saving time untuk menghemat energi.
Namun, penerapan kebijakan tersebut sempat mendapat penolakan dari sebagian orang tua. Mereka mempersoalkan risiko anak-anak berangkat sekolah ketika kondisi pagi masih gelap.
Kebijakan yang diterapkan pada masa itu kemudian dibatalkan pada 1974, setelah muncul keberatan terhadap dampak perubahan waktu tersebut.
RUU Daylight Saving Time Permanen Masih Tertunda
Perdebatan mengenai perlu atau tidaknya daylight saving time dipertahankan terus berlanjut hingga sekarang.
Salah satu upaya terbaru dilakukan melalui Sunshine Protection Act 2025 yang disponsori anggota DPR AS dari Florida, Vern Buchanan. Rancangan undang-undang tersebut dilaporkan mendapat persetujuan DPR AS dengan perolehan suara 308 berbanding 117.
Pendukung kebijakan waktu musim panas permanen menilai perubahan tersebut dapat memberikan manfaat bagi perekonomian dan mendorong masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan di luar ruangan.
Anggota DPR AS Gus Bilirakis, misalnya, menyoroti potensi manfaat bagi sektor pariwisata Florida. Menurutnya, jam siang yang lebih konsisten dapat membantu pekerja, pelaku usaha, dan wisatawan.
Di sisi lain, pihak yang menentang atau meminta peninjauan lebih lanjut menilai perubahan kebijakan waktu secara nasional memerlukan pembahasan yang lebih mendalam sebelum diterapkan.
Rancangan undang-undang tersebut dikirim ke Senat untuk dipertimbangkan pada Juli 2026. Namun, hingga informasi dalam laporan sumber tersebut disampaikan, pembahasannya masih belum menunjukkan perkembangan yang memastikan perubahan kebijakan.
Dengan demikian, masyarakat di sebagian besar wilayah Amerika Serikat masih dijadwalkan memundurkan jam pada 1 November 2026. Selama belum ada perubahan hukum yang berlaku, jadwal daylight saving time tetap mengikuti ketentuan yang ada.(*)




















