JAKARTA, Signalberita.com — Tren mengubah foto dengan nuansa masa lalu kembali ramai di media sosial. Kali ini, gaya fotografi era 1980-an menjadi perhatian setelah pengguna internet memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menghadirkan kembali suasana masa tersebut.
Dengan bantuan AI, sebuah foto dapat di olah menjadi potret bergaya tahun 1980-an. Mulai dari model rambut, pakaian, tata rias, latar tempat hingga karakter warna foto dapat di sesuaikan agar menyerupai hasil jepretan kamera analog pada masa itu.
Tren tersebut menarik perhatian karena mampu menghadirkan nuansa nostalgia. Foto masa kini dapat di ubah menjadi gambar dengan tampilan klasik sehingga memberikan kesan seolah-olah seseorang sedang berada puluhan tahun di masa lalu.
Berbagai kreasi pun bermunculan di media sosial. Ada yang menampilkan gaya berpakaian khas era 80-an, suasana rumah, jalanan, tempat hiburan hingga lingkungan kehidupan sehari-hari yang di buat menyerupai kondisi pada masa tersebut.
Raffi Ahmad Ikut Tren Foto AI Era 80-an
Tren ini juga menarik perhatian sejumlah figur publik, salah satunya Raffi Ahmad.
Raffi Ahmad turut mencoba membuat foto dengan nuansa era 1980-an menggunakan bantuan AI. Dalam unggahan yang beredar di media sosial, ia memperlihatkan hasil foto tersebut dan menyebut dirinya merasa ketagihan mengikuti tren itu.
“Candu banget,” tulis Raffi dalam unggahannya.
Untuk menghasilkan foto dengan karakter era 80-an, pengguna dapat memberikan perintah atau prompt tertentu kepada sistem AI. Perintah tersebut bisa berisi permintaan untuk mempertahankan ciri wajah sekaligus mengubah pakaian, gaya rambut, tata rias dan karakter fotografi menjadi bergaya vintage.
AI Membuat Nostalgia Semakin Mudah
Kehadiran teknologi AI membuat tren nostalgia semakin mudah di lakukan. Pengguna tidak harus memiliki foto asli dari tahun 1980-an untuk mendapatkan gambaran visual mengenai suasana masa tersebut.
Dengan memasukkan foto dan memberikan prompt yang sesuai, sistem AI dapat menghasilkan visual berdasarkan karakter yang di inginkan pengguna.
Bagi mereka yang tumbuh pada era 1980-an, foto-foto tersebut dapat menghadirkan kembali berbagai kenangan. Model rambut, pakaian, warna foto maupun latar kehidupan sehari-hari bisa mengingatkan pada masa sekolah, keluarga hingga suasana lingkungan tempat tinggal.
Sementara bagi generasi yang lahir setelah era tersebut, foto hasil AI dapat menjadi salah satu cara untuk membayangkan kehidupan masa lalu, termasuk tren fashion, gaya rambut dan suasana kehidupan masyarakat pada dekade tersebut.
Foto AI Bukan Dokumentasi Sejarah
Meski tampilannya menyerupai foto lama, masyarakat perlu memahami bahwa gambar yang di hasilkan AI bukanlah dokumentasi sejarah asli.
Foto tersebut merupakan hasil rekayasa atau generasi digital berdasarkan instruksi yang diberikan kepada sistem AI. Karena itu, gambar yang beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung di anggap sebagai bukti atau dokumentasi autentik dari era 1980-an.
Pengguna juga di sarankan memeriksa keterangan dan sumber foto sebelum membagikannya, terutama jika gambar tersebut di klaim sebagai dokumentasi sejarah.
Pada akhirnya, tren foto AI era 80-an mempertemukan perkembangan teknologi dengan nostalgia. AI memberikan cara baru untuk membayangkan masa lalu, sementara media sosial membuat hasil kreasi tersebut dapat dengan mudah di nikmati dan dibagikan.
Bagi sebagian orang, foto tersebut mungkin hanya menjadi bagian dari tren. Namun bagi mereka yang pernah merasakan kehidupan era 1980-an, satu gambar bergaya jadul dapat menghadirkan kembali banyak kenangan.
Kini, nostalgia tidak hanya tersimpan dalam album foto lama. Dengan bantuan AI, gambaran tentang masa lalu dapat kembali hadir dalam bentuk visual yang kreatif dan menarik perhatian.(*)




















