JAKARTA, Signalberita.com – Kondisi saat ini Harga XRP masih menghadapi tekanan. Hal tersebut setelah pergerakannya tertinggal di bandingkan pemulihan sejumlah aset kripto lainnya. Kondisi teknikal yang belum kuat dan meningkatnya cadangan XRP di bursa menjadi perhatian pelaku pasar.
Harga XRP tertekan dengan tercatat bertahan di sekitar level support US$1,00. Sepanjang Agustus 2026, aset kripto tersebut telah melemah sekitar 6,5 persen dan secara keseluruhan mengalami koreksi sekitar 14 persen dari level tertinggi Juli yang berada di sekitar US$1,18.
Jika Harga XRP tertekan ini menembus support US$1,00 secara meyakinkan, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka ruang bagi pelemahan berikutnya.
Cadangan XRP di Binance Meningkat
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya cadangan XRP di Binance. Cadangan tersebut tercatat sedikit di atas 2,61 miliar XRP atau bernilai sekitar US$2,68 miliar pada data yang di kutip dalam analisis.
Jumlah tersebut meningkat tipis di bandingkan sekitar 2,607 miliar XRP dalam tujuh hari sebelumnya.
Peningkatan jumlah XRP yang tersimpan di bursa dapat menunjukkan bertambahnya potensi likuiditas untuk di jual. Jika kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan lemahnya permintaan, tekanan terhadap harga XRP dapat semakin besar.
Pergerakan harga di sekitar level US$1,00 karena itu menjadi penting untuk melihat arah XRP selanjutnya.
Arus ETF XRP Masih Terbatas
Tekanan terhadap XRP juga terjadi ketika aktivitas pada produk ETF spot XRP di Amerika Serikat masih relatif lesu.
Minimnya aktivitas tersebut menunjukkan partisipasi institusional yang belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan harga secara berkelanjutan. Meski demikian, arus dana kumulatif ETF XRP masih berada di sekitar US$1,51 miliar, sementara aset kelolaan mencapai sekitar US$943 juta.
Angka tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap XRP sebagai aset investasi jangka panjang masih tetap ada, meskipun momentum jangka pendek belum menunjukkan kekuatan yang signifikan.
Analisis Teknikal XRP
Dari sisi teknikal, XRP masih berada dalam tekanan bearish. Harga berada di bawah sejumlah indikator moving average penting, termasuk EMA 50 hari di sekitar US$1,09, EMA 100 hari di US$1,18, dan EMA 200 hari di sekitar US$1,37.
Harga XRP juga berada di bawah garis tengah Bollinger Bands yang berada di sekitar US$1,06. Sementara batas atas indikator tersebut berada di sekitar US$1,12.
Indikator MACD masih menunjukkan histogram negatif. Sementara itu, RSI berada di sekitar level 38, yang menandakan momentum bearish masih berlangsung meski belum memasuki kondisi jenuh jual ekstrem.
Di sisi atas, area US$1,04 menjadi resistance awal. Jika berhasil di lewati, perhatian berikutnya tertuju pada US$1,06 dan US$1,09. Level US$1,12 kemudian menjadi resistance berikutnya.
Apabila XRP mampu melewati level-level tersebut, peluang pemulihan dapat kembali terbuka. Namun, untuk mengubah tren bearish secara lebih luas, harga masih perlu merebut kembali area EMA 100 hari sekitar US$1,18 dan EMA 200 hari sekitar US$1,37.
Sebaliknya, apabila XRP menembus US$1,00 dengan kuat, aset tersebut berpotensi melanjutkan tren pelemahannya.
Catatan: Analisis ini merupakan informasi pasar dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset kripto. Pergerakan harga aset kripto memiliki risiko tinggi dan dapat berubah dengan cepat.(*)




















