JAKARTA, Signalberita.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu bencana yang sulit di tangani, terutama ketika api meluas ke kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Untuk mengatasinya, sejumlah negara menggunakan pesawat dan helikopter khusus yang mampu menjatuhkan air dalam jumlah besar dari udara.
Pesawat pemadam kebakaran memiliki karakteristik berbeda. Sebagian di lengkapi tangki berkapasitas ribuan liter, sedangkan pesawat amfibi dapat mengambil air secara langsung dari danau atau perairan sebelum kembali menuju lokasi kebakaran.
Berikut enam pesawat dan helikopter yang di kenal memiliki kemampuan besar dalam operasi pemadaman kebakaran:
1. Beriev Be-200
Beriev Be-200 merupakan pesawat amfibi yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, termasuk pemadaman kebakaran. Pesawat ini mampu membawa hingga sekitar 12 ton air dalam satu operasi.
Keunggulan Be-200 terletak pada kemampuannya mengambil air langsung dari permukaan perairan. Pesawat tersebut pertama kali melakukan penerbangan pada 1998 dan memiliki panjang sekitar 32 meter dengan bentang sayap 32,8 meter.
Kecepatan maksimumnya dapat mencapai sekitar 700 kilometer per jam, sehingga pesawat ini dapat di gunakan untuk merespons kebakaran di wilayah yang luas.
2. Bombardier CL-415
Bombardier CL-415 merupakan pesawat amfibi asal Kanada yang telah lama di gunakan dalam misi pemadaman kebakaran.
Pesawat ini memiliki kapasitas sekitar 6.137 liter air dan dapat mengambil air langsung dari danau atau sumber air lainnya. Selain pemadaman kebakaran, CL-415 juga dapat digunakan untuk patroli maritim serta misi pencarian dan penyelamatan.
Pesawat tersebut menggunakan dua mesin Pratt & Whitney Canada PW123AF dan memiliki jangkauan hingga sekitar 2.427 kilometer.
3. Evergreen 747 Supertanker
Evergreen 747 Supertanker merupakan salah satu pesawat pemadam kebakaran berukuran paling besar yang pernah digunakan.
Berbasis Boeing 747, pesawat ini di rancang membawa sekitar 74.000 liter air atau retardant dalam sekali operasi. Dengan ukuran besar dan kapasitas tersebut, Supertanker dapat mencakup area kebakaran yang luas.
Pesawat memiliki panjang sekitar 70,7 meter dan bentang sayap 59,6 meter. Tenaganya berasal dari empat mesin GE CF6-50E2.
4. Sikorsky Erickson S-64 Aircrane
Tidak semuanya berbentuk pesawat. Sikorsky Erickson S-64 atau yang dikenal sebagai Aircrane merupakan helikopter yang memiliki kemampuan besar untuk membantu pemadaman kebakaran dari udara.
Helikopter ini dapat membawa hingga sekitar 10.000 liter air. Pengisian dilakukan menggunakan sistem pengisap yang memungkinkan Aircrane mengambil air dari sumber terdekat sebelum kembali ke lokasi kebakaran.
S-64 pertama kali terbang pada 1962 dan hingga kini masih di gunakan untuk berbagai pekerjaan berat, termasuk membawa kargo serta peralatan.
5. Lockheed C-130 Hercules
C-130 Hercules di kenal luas sebagai pesawat angkut militer. Namun, platform tersebut juga dapat di konfigurasi sebagai water bomber untuk membantu menangani kebakaran hutan.
Dalam misi pemadaman, C-130 dapat membawa sekitar 15.000 liter air atau cairan pemadam. Pesawat ini juga memiliki kecepatan jelajah sekitar 500 kilometer per jam.
Indonesia sendiri mengoperasikan C-130 Hercules melalui TNI Angkatan Udara. Kemampuan multifungsi membuat pesawat tersebut dapat digunakan untuk berbagai jenis operasi.
6. Harbin SH-5
Harbin SH-5 merupakan pesawat amfibi yang di kembangkan China. Pesawat ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi dan kemudian di kembangkan pula untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran.
Varian pemadam kebakaran SH-5 dapat membawa hingga sekitar 8 ton air dan mengambil air dari permukaan waduk atau sumber air lainnya.
Pesawat ini memiliki panjang sekitar 38,8 meter dengan bentang sayap 35,9 meter dan menggunakan empat mesin turboprop Dongan WJ5A.
Pesawat Jadi Andalan Saat Karhutla Meluas
Penggunaan pesawat dan helikopter dalam penanganan kebakaran memberikan keuntungan karena mampu menjangkau kawasan yang sulit di datangi kendaraan pemadam dari darat.
Kapasitas angkut air yang besar juga memungkinkan satu kali penerbangan memberikan dukungan pemadaman pada area yang luas. Namun, efektivitas operasi udara tetap bergantung pada kondisi cuaca, sumber air, karakteristik medan, serta koordinasi dengan tim pemadam di darat.
Teknologi pemadam kebakaran dari udara pun terus berkembang. Kehadiran berbagai jenis pesawat tersebut menunjukkan bahwa operasi udara menjadi salah satu komponen penting dalam strategi menghadapi kebakaran hutan dan lahan berskala besar.(*)




















