JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Platform game Roblox mengambil langkah tegas untuk mencegah predator online. Menyusul serangkaian tuntutan hukum, perusahaan asal Amerika itu berencana memblokir jalur komunikasi antara anak-anak dan orang dewasa yang tidak di kenal.
Kebijakan ini akan di mulai dengan uji coba di Australia, Selandia Baru, dan Belanda pada Desember mendatang, sebelum di terapkan secara global pada Januari 2026. Roblox akan melakukan pemeriksaan usia untuk semua pengguna yang ingin mengakses fitur komunikasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, anak-anak hanya di perbolehkan berbicara dengan sesama anak seusianya atau sebaya.
“Ini cara untuk membangun kepercayaan, baik antar pengguna maupun terhadap platform,” kata Matt Kaufman, Kepala Keamanan Roblox. Ia menegaskan, data gambar dan video yang di gunakan dalam proses verifikasi tidak akan di simpan.
Sistem baru ini membagi pengguna berdasarkan kelompok usia: di bawah 9 tahun, 9-12 tahun, 13-15 tahun, 16-17 tahun, 18-20 tahun, dan 21 tahun ke atas. Misalnya, anak berusia 12 tahun hanya bisa berinteraksi dengan anak di bawah 16 tahun.
Langkah ini muncul di tengah tuduhan predatorisme sistematis terhadap anak-anak. Roblox menegaskan, kebijakan mereka lebih ketat dibanding platform lain, membatasi obrolan, melarang berbagi gambar, dan menyaring informasi pribadi pengguna.
Kaufman berharap, standar keamanan tinggi ini dapat menjadi contoh bagi industri game global. “Satu platform saja tidak cukup. Industri harus bersama-sama meningkatkan perlindungan anak-anak dan remaja di dunia maya,” ujarnya.***









