JAMBI, SIGNALBERITA.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang berpotensi di sertai kilat dan angin kencang di hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi, Senin (15/12/2025).
Peringatan dini tersebut di keluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi pada pukul 14.33 WIB dan di perkirakan berlaku hingga pukul 17.00 WIB. Kondisi cuaca ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pada sore hingga menjelang malam hari.
Koordinator Informasi dan Data BMKG Stasiun Sultan Thaha Jambi, Nabila Fikroh membenarkan hal tersebut.
Dia mengatakan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Jambi saat ini masih sangat mendukung terbentuknya awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Pada siang sampai sore hari ini masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat di sertai kilat, petir, dan angin kencang. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang sebelumnya sudah di guyur hujan,” kata Nabila saat di konfirmasi.
Menurut BMKG, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Bungo, dan Tebo, serta Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.
Nabila menjelaskan, meskipun bibit siklon tropis yang sebelumnya memengaruhi wilayah Sumatera mulai menjauh dan di perkirakan melemah pada 16 hingga 17 Desember.
“Meski bibit siklon mulai melemah, pola awan hujan masih berkumpul. Ibarat kemacetan, awan-awan tersebut menumpuk sehingga hujan dengan intensitas cukup tinggi masih berpotensi terjadi,” ujarnya.
Selain pengaruh sisa bibit siklon, faktor musim penghujan juga menjadi penyebab masih tingginya potensi curah hujan di wilayah Jambi. BMKG mencatat, kondisi atmosfer lokal masih cukup labil dan mendukung pertumbuhan awan konvektif.
“Provinsi Jambi saat ini masih berada dalam periode musim hujan. Ada beberapa faktor atmosfer lain yang turut memicu hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan,” kata Nabila.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak lanjutan dari cuaca ekstrem, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang.
Selain itu juga gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk,”tandasnya.








