BUNGO, SIGNALBERITA.COM — Pemerintah Kabupaten Bungo mencatat kemajuan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari 19 titik yang masuk dalam program nasional, 18 titik telah berjalan. Satu titik masih terkendala persoalan lahan.
Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat mengatakan kendala tersebut muncul karena status lahan berada di kawasan milik PT SKU. Pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah penyelesaian agar pembangunan tetap sesuai target.
“Pemerintah pusat menetapkan 19 titik SPPG 3T di Bungo. Sebanyak 18 titik sudah berprogres. Satu titik belum tuntas karena masalah lahan. Kami targetkan realisasi bulan depan,” kata Tri Wahyu Hidayat, Kamis, 22 Januari 2026.
Saat ini, pemerintah daerah telah mengoperasikan tujuh dapur SPPG. Pemerintah melanjutkan pembangunan dapur lain sekaligus menyiapkan kebutuhan operasional. Tri Wahyu menyebut keberadaan dapur tersebut mulai berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat di wilayah 3T.
Namun, pemerintah daerah menemukan sejumlah titik yang tercantum dalam portal nasional belum menunjukkan aktivitas di lapangan. Pemerintah Kabupaten Bungo akan berkoordinasi dengan koordinator wilayah dan menyurati Badan Pangan Gizi Nasional untuk meminta kejelasan.
“Ada titik yang sudah masuk sistem, tetapi belum terlihat di lapangan. Kami sedang memastikan statusnya,” ujarnya.
Dalam rencana jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Bungo menargetkan pembangunan 70 dapur SPPG. Untuk mencapai target itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan investor dan vendor.
Tri Wahyu menegaskan program SPPG tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T.(Tim)









