JAKARTA, SIGNALBERITA.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 59,86 juta orang per Januari 2026. Penerima mencakup balita, anak pendidikan usia dini, ibu hamil dan menyusui, siswa, serta tenaga pendidik.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan cakupan penerima MBG terus meluas. Program tersebut kini menyasar seluruh tenaga pendidik di sekolah-sekolah yang terlibat.
“Jumlah penerima manfaat terbaru mencapai 59,86 juta orang. Guru dan tenaga pendidik sudah masuk sebagai penerima,” kata Dadan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1).
BGN memperkirakan jumlah penerima akan bertambah sepanjang 2026. Lembaga tersebut tengah memperluas program ke sekolah keagamaan, termasuk pondok pesantren. Hingga kini, baru sebagian pesantren yang menerima manfaat MBG.
Menurut Dadan, penerima dari kalangan pesantren baru mencapai sekitar 534 ribu orang. Ia menilai masih terdapat potensi perluasan yang besar karena belum seluruh pesantren terdata di Kementerian Agama.
“Pendataan ke lapangan harus terus dilakukan karena tidak semua pesantren tercatat secara administratif,” ujarnya.
Dari sisi penyedia bahan pangan, BGN mencatat terdapat 61.857 pemasok yang terlibat dalam program MBG. Pemasok berasal dari koperasi, badan usaha milik negara, pelaku usaha mikro kecil menengah, serta Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
BGN juga mencatat sebanyak 199 Koperasi Desa Merah Putih telah menjadi pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jumlah tersebut ditargetkan meningkat sepanjang tahun ini.(Tim)








