SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM — Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh mencatat kenaikan kasus gigitan hewan peliharaan sepanjang 2025. Jumlah laporan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Aries Armen, mengatakan pada 2024 tercatat 60 kasus gigitan. Angka itu naik menjadi 75 kasus pada 2025.
Meski meningkat, Aries menegaskan sebagian besar gigitan tidak membahayakan dan tidak mengarah pada penularan rabies. “Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas kasus bersifat ringan dan tidak menimbulkan rabies,” kata Aries, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut dia, anak-anak menjadi kelompok paling rentan mengalami gigitan. Hal ini disebabkan intensitas interaksi yang tinggi dengan hewan peliharaan, termasuk perilaku yang memicu stres pada hewan, seperti mengganggu saat makan atau beristirahat.
Dinas Peternakan dan Perikanan mengimbau orang tua untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai cara berinteraksi yang aman dengan hewan peliharaan.
“Kepada Masyarakat juga diminta memastikan hewan dipelihara dengan baik serta mendapatkan vaksinasi secara rutin guna mencegah risiko penularan penyakit,”tandasnya.(Fra)








