JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga hari ke-9 Ramadhan 2026. Keputusan itu diambil setelah ditemukan berulang kali menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengatakan penghentian sementara merupakan bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang tidak bisa ditawar. Setiap temuan pelanggaran standar pangan langsung ditindak dengan evaluasi menyeluruh.
Menurut Nanik, keputusan suspend diambil setelah verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah. Evaluasi tidak hanya menyasar produk makanan, tetapi juga manajemen dapur, rantai distribusi, hingga prosedur kontrol kualitas.
Ia menegaskan, program MBG menyangkut kesehatan anak-anak sekaligus kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan dilakukan secara ketat dan transparan. Dalam sejumlah kasus, makanan yang terindikasi tidak layak telah ditarik sebelum dikonsumsi siswa.
Meski demikian, BGN tetap menjatuhkan sanksi administratif kepada penyelenggara sebagai bentuk penegakan standar dan pembelajaran sistemik. SPPG yang dihentikan operasinya dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi ulang.
BGN memastikan layanan baru akan dibuka kembali setelah kualitas benar-benar terjaga.***








