SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Jalan Andesit di depan Gedung Nasional Sungai Penuh, kian memprihatinkan. Pasalnya selain kondisi yang bergelombang juga berlubang, hal ini rawan terjadinya kecelakaan.
Padahal Ruas jalan yang di bangun menggunakan batu andesit melalui anggaran APBD 2023 senilai sekitar Rp900 juta. Kondisi ini memicu keluhan warga karena di anggap tidak lagi layak di lalui.
Sejumlah warga menilai proyek tersebut tidak efektif. Pasalnya, sebelum di bangun menggunakan batu andesit, jalan yang sebelumnya berlapis aspal tidak pernah mengalami kerusakan serius.
Hendro Salah seorang warga Sungai Penuh, mengatakan kerusakan di ruas jalan tersebut sudah beberapa kali di perbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sungai Penuh. Namun perbaikan yang di lakukan dinilai tidak bertahan lama.
“Jalan bergelombang dan berlubang di depan Gedung Nasional Sungai Penuh, tepatnya di kawasan Tugu 17, sudah beberapa kali di perbaiki. Tapi sekarang justru semakin rusak dan membahayakan pengendara, baik roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Sorotan terhadap kerusakan jalan tersebut juga datang dari kalangan legislatif. Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, menyatakan pihaknya mendukung usulan pembongkaran jalan batu andesit tersebut.
Menurutnya, wacana pembongkaran sebenarnya sudah lama di bahas di DPRD dan bahkan telah di
sampaikan dalam pandangan fraksi-fraksi.
“Kami sangat sepakat jika jalan tersebut di bongkar sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami berharap Dinas PUPR Kota Sungai Penuh menanggapi permintaan masyarakat yang di sampaikan melalui DPRD, karena selain rusak parah juga membahayakan pengendara,” kata Hutri.
Berdasarkan laporan warga, konstruksi jalan yang baru selesai dikerjakan itu juga diduga mengalami pergeseran. Beberapa batu andesit bahkan mulai terlepas dari posisi pemasangannya.
Akibat kerusakan tersebut, jalan di laporkan telah dua kali di bongkar untuk di perbaiki dalam beberapa bulan terakhir. Namun setelah perbaikan kedua di lakukan, kondisi jalan di sebut justru semakin memburuk.
Saat di lalui kendaraan, batu andesit yang longgar bahkan menimbulkan suara menyerupai “musik angklung”. Kondisi itu di nilai meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat mengingat lokasi jalan tersebut berada di pusat Kota Sungai Penuh dan menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sungai Penuh, Y Z Oktovianus, mengatakan pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut kepada Wali Kota Alfin untuk mendapatkan arahan terkait langkah penanganannya.
“Permintaan dari DPRD tersebut akan kami sampaikan kepada Pak Wali Kota untuk mendapatkan arahan dan akan kami kaji sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.(Fra)








