SIGNALBERITA.COM — Sebuah pesawat sistem peringatan dini milik Amerika Serikat jenis E-3 Sentry di laporkan hancur dalam serangan yang di kaitkan dengan Iran di pangkalan udara Prince Sultan Air Base pada 27 Maret 2026.
Serangan tersebut menyoroti kemampuan Iran dalam menghantam target bernilai tinggi secara akurat, termasuk aset strategis seperti pesawat peringatan dini yang berperan penting dalam operasi militer modern.
E-3 Sentry merupakan pesawat Airborne Warning and Control System (AWACS) yang berfungsi memantau pergerakan udara, mendeteksi ancaman seperti rudal, serta mengoordinasikan pertempuran. Pesawat ini mampu melacak ratusan target sekaligus dalam satu waktu.
Foto-foto pascaserangan menunjukkan kerusakan signifikan pada bagian kubah radar pesawat, mengindikasikan serangan dengan tingkat presisi tinggi. Selain menghancurkan E-3, serangan tersebut juga di laporkan merusak sejumlah aset militer lain dan melukai personel.
Presiden Volodymyr Zelensky menyebut adanya indikasi keterlibatan intelijen Rusia. Ia mengklaim satelit Rusia sempat memantau pangkalan tersebut beberapa hari sebelum serangan terjadi. Namun, tudingan itu di bantah oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
Analis militer menilai keberhasilan serangan ini menunjukkan kemampuan Iran dalam mengintegrasikan berbagai sumber intelijen, mulai dari satelit hingga pengawasan udara, guna mengidentifikasi dan mengeksekusi target dalam waktu singkat.
Selain itu, faktor usia pesawat juga di sebut berpengaruh. E-3 Sentry di ketahui merupakan platform lama dengan tingkat kesiapan operasional yang tidak selalu optimal.
Kehilangan pesawat ini di nilai berdampak besar bagi operasi militer AS, mengingat perannya sebagai pusat kendali udara dalam berbagai misi tempur.
Peristiwa ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, di tengah konflik yang masih berlangsung antara sejumlah kekuatan regional dan global.***









