SIGNALBERITA.COM – Ethereum kembali menjadi sorotan setelah analis makro Tom Lee menyebut aset ini sebagai peluang investasi jangka panjang atau “generational play”. Ia memproyeksikan harga Ethereum berpotensi melonjak hingga sekitar $60.000 pada 2030, atau naik hingga 3.000%.
Pola Historis Kembali Terbentuk
Berdasarkan analisis teknikal, Ethereum saat ini bergerak dalam pola ascending channel yang telah terbentuk sejak 2017. Pola ini sebelumnya sempat memicu kenaikan signifikan.
Pada 2020, ETH memantul dari area support dan melonjak hingga 5.200% ke puncak siklus. Saat ini, kondisi serupa kembali terlihat dengan harga berada di kisaran $1.300–$2.000, yang dianggap sebagai zona akumulasi.
Jika pola ini berulang, harga Ethereum diproyeksikan bisa mencapai sekitar $15.800 pada 2028 dan berpotensi menyentuh $60.000 pada 2030.
Dukungan Akumulasi Institusi
Selain faktor teknikal, data juga menunjukkan adanya akumulasi besar oleh investor institusi. Salah satu entitas tercatat membeli ETH senilai $235 juta, dengan total kepemilikan lebih dari 5 juta ETH atau sekitar 4% dari suplai beredar.
Langkah ini mencerminkan keyakinan kuat terhadap potensi jangka panjang Ethereum, meskipun saat ini posisi tersebut masih mencatat kerugian belum terealisasi.
Risiko Tetap Mengintai
Meski prospek jangka panjang terlihat positif, risiko tetap perlu diperhatikan. Sejak 2021, Ethereum bergerak dalam pola symmetrical triangle, yang bisa mengarah pada kenaikan maupun penurunan.
Jika harga gagal bertahan di level support sekitar $1.834, tekanan jual berpotensi meningkat. Bahkan, harga bisa turun hingga mendekati $1.000 sebagai level support berikutnya.
Kesimpulan
Prediksi Ethereum menuju $60.000 mencerminkan optimisme besar yang didukung pola historis dan akumulasi institusi. Namun, dalam jangka pendek, pergerakan harga masih sangat bergantung pada kekuatan bertahan di area support.
Dengan kata lain, Ethereum saat ini berada di titik krusial—antara peluang kenaikan besar di masa depan dan risiko koreksi dalam waktu dekat.***









