SIGNALBERITA.COM – Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti kawasan Masjid Az-Zikra Sentul saat peringatan Haul ke-7 Muhammad Arifin Ilham di gelar. Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti rangkaian doa, zikir, dan tausiah.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an serta gema zikir yang menggema di seluruh area masjid menghadirkan suasana spiritual yang mendalam. Haul ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi umat untuk meneladani nilai-nilai kehidupan yang di ajarkan almarhum, seperti keikhlasan, kesederhanaan, persatuan, dan kecintaan kepada Allah SWT.
Kehadiran Cek Endra
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Cek Endra, menyampaikan testimoni yang menyentuh hati. Ia mengenang kedekatannya dengan almarhum sebagai sosok ulama yang tidak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi guru kehidupan.
“Bagi saya, almarhum bukan sekadar ulama besar, melainkan sosok yang selalu mengajak umat kembali kepada Allah, menguatkan hati melalui zikir, dan menenangkan jiwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan,” ujarnya.
Cek Endra menilai keistimewaan dakwah KH Arifin Ilham terletak pada pendekatannya yang lembut dan merangkul semua kalangan tanpa menghakimi.
“Beliau mengajarkan bahwa dakwah bukan hanya menyampaikan, tetapi menyentuh hati. Zikir menjadi jalan pulang bagi setiap umat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup,” tambahnya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak hanya mengenang, tetapi melanjutkan perjuangan dakwah almarhum dengan menjaga persatuan, memperkuat keimanan, serta menghidupkan tradisi zikir dalam kehidupan sehari-hari.
“Besarnya jumlah jamaah hari ini menjadi bukti bahwa dakwah beliau tetap hidup. Tugas kita adalah menjaganya—menjadikan zikir sebagai kekuatan, ukhuwah sebagai fondasi, dan keikhlasan sebagai jalan hidup,” tegasnya.
Acara ini turut di hadiri sejumlah tokoh nasional dan ulama, di antaranya Ma’ruf Amin, Buya Yahya, serta Muhammad Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki. Hadir pula Ketua Yayasan Az-Zikra, Muhammad Di kjaya, yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan khidmat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, zikir akbar, tausiah, dan doa bersama. Ribuan jamaah larut dalam suasana spiritual yang mendalam, seakan kembali merasakan keteduhan dakwah almarhum.
Haul ke-7 ini menegaskan bahwa KH Muhammad Arifin Ilham tetap hidup dalam hati umat. Nilai-nilai dakwah yang di tinggalkannya terus menjadi cahaya dan pedoman, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.***








