SIGNALBERITA.COM – Bitcoin mulai menunjukkan tanda stabil setelah periode tekanan harga. Namun, arah berikutnya masih belum pasti. Sebagian analis menilai potensi pembentukan bottom sudah mulai terlihat, sementara lainnya memperingatkan risiko penurunan lanjutan di bulan Mei.
Perdebatan ini muncul karena data pasar memberikan sinyal yang saling bertolak belakang.

Sinyal Bottom Mulai Terlihat, Tapi Belum Kuat
Beberapa indikator on-chain menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Salah satunya adalah pergeseran sentimen dari fase fear menuju optimisme, yang biasanya terjadi saat pasar mulai keluar dari fase kapitulasi.
Selain itu, data distribusi kepemilikan juga berubah. Pasokan jangka pendek menurun, sementara kepemilikan jangka panjang meningkat. Hal ini menandakan investor jangka panjang mulai kembali melakukan akumulasi.
Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa bottom sudah terbentuk.
Analis on-chain Willy Woo menilai Bitcoin masih berada dalam fase pengujian dasar harga. Ia menyoroti level $79.000 sebagai cost basis investor terbaru, dengan peluang sekitar 30% untuk ditembus dalam waktu dekat.
Level $65.000 Jadi Batas Kritis
Pergerakan harga saat ini sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin bertahan di level tertentu. Area $65.000 dianggap sebagai support utama yang menentukan stabilitas struktur pasar.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, peluang pembentukan bottom akan semakin kuat. Sebaliknya, jika level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
Situasi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase transisi, bukan tren yang benar-benar jelas.
Efek Mei dan Risiko Eksternal Masih Menghantui
Faktor musiman juga mulai menjadi perhatian. Beberapa analis mengingatkan bahwa bulan Mei sering dikaitkan dengan volatilitas tinggi pada Bitcoin, terutama saat pasar belum sepenuhnya pulih.
Data historis menunjukkan bahwa pada 2018 dan 2022, Bitcoin mengalami penurunan sekitar 19% dan 16% selama periode tersebut.
Meski pola ini tidak selalu berulang, keberadaannya cukup untuk memengaruhi sentimen pasar.
Selain itu, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global juga dapat meningkatkan volatilitas. Dalam kondisi seperti ini, pasar cenderung lebih sensitif terhadap berita dan perubahan sentimen.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada di titik krusial antara potensi pemulihan dan risiko penurunan lanjutan.
Sinyal awal pembentukan bottom mulai terlihat, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi tren naik baru. Dengan $65.000 sebagai support utama dan $79.000 sebagai level kunci berikutnya, pergerakan dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu arah pasar.***









