JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Kinerja keuangan emiten restoran pemilik jaringan CFC, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), mencuri perhatian pasar setelah mencatat lonjakan laba yang sangat signifikan pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp17,41 miliar. Angka tersebut melonjak drastis hingga 2.500 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp669,61 juta.
Lonjakan laba ini turut mendorong peningkatan laba per saham (EPS) menjadi Rp78,9 per 31 Maret 2026, dari sebelumnya hanya Rp3 per saham.
Pendapatan Tumbuh, Profitabilitas Meningkat
Kinerja positif PTSP di dorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha bersih yang naik sekitar 20 persen menjadi Rp204,53 miliar, dari Rp169,16 miliar pada kuartal I-2025.
Di sisi lain, beban pokok penjualan juga meningkat sekitar 14 persen menjadi Rp76,21 miliar. Meski demikian, efisiensi operasional yang di lakukan perseroan mampu menjaga kinerja laba tetap solid.
Hal ini tercermin dari laba bruto yang mencapai Rp128,31 miliar, meningkat dari Rp102,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Saham Sentuh ARA, Keluar dari Status FCA
Seiring rilis kinerja keuangan yang impresif, saham PTSP langsung meroket di pasar. Pada perdagangan Senin (4/5/2026), saham PTSP melonjak hingga 25 persen dan menyentuh batas auto reject atas (ARA) di level Rp1.175 per saham.
Penguatan ini juga di picu oleh keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang resmi mengeluarkan saham PTSP dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA) mulai 4 Mei 2026.
Keluarnya PTSP dari status FCA menjadi katalis positif yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.
Prospek Cerah, Sektor Restoran Ikut Terdorong
Kinerja PTSP di nilai menjadi sinyal positif bagi sektor restoran, khususnya jaringan makanan cepat saji lokal seperti California Fried Chicken (CFC).
Analis menilai peningkatan daya beli masyarakat, ekspansi gerai, serta efisiensi biaya menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja perseroan.
Selain itu, tren konsumsi makanan cepat saji di kawasan perkotaan yang masih tinggi juga membuka peluang pertumbuhan yang berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Investor Di minta Tetap Waspada
Meski menunjukkan kinerja yang menjanjikan, investor tetap di imbau untuk mencermati fundamental perusahaan serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Pergerakan saham yang cepat, terutama setelah keluar dari status FCA, berpotensi memicu volatilitas tinggi dalam jangka pendek.
Pelaku pasar juga di sarankan untuk terus memantau laporan keuangan berikutnya guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan laba perusahaan.***









