SIGNALBERITA.COM – Apakah kamu mengetahui bahwa predikat “negara paling malas” di dunia ternyata bisa di ukur dari seberapa sering penduduknya berjalan kaki?
Berdasarkan dari sebuah penelitian dari Stanford University yang menyebutkan dalam jurnal Nature mengungkapkan fakta menarik sekaligus memprihatinkan. Banyak negara di dunia yang indeks aktivitas fisiknya masih berada jauh di bawah standar kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu minimal 5.000 langkah per hari.
Lantas, negara mana saja yang penduduknya paling jarang melangkah? Merangkum data riset tersebut, berikut adalah daftar 10 negara dengan rata-rata langkah kaki harian paling rendah di dunia.
Daftar Negara dengan Jumlah Langkah Kaki Terendah
1. Indonesia (3.513 Langkah/Hari)
Berada di posisi puncak, Indonesia mencatat rata-rata langkah harian terendah di dunia. Minimnya infrastruktur yang ramah pejalan kaki menjadi salah satu kambing hitam utama. Trotoar yang rusak, beralih fungsi menjadi tempat parkir atau lapak jualan, hingga absennya jalur pedestrian membuat masyarakat enggan berjalan kaki. Alhasil, ketergantungan pada kendaraan bermotor—bahkan untuk jarak dekat—menjadi kebiasaan yang sulit di hilangkan.
2. Arab Saudi (3.807 Langkah/Hari)
Cuaca panas yang ekstrem menjadi faktor utama mengapa warga Arab Saudi sangat jarang berjalan kaki di luar ruangan. Budaya sosial di sana lebih banyak berpusat di dalam ruangan yang di lengkapi pendingin udara (AC). Ditambah ketergantungan yang tinggi pada mobil pribadi, gaya hidup sedentari (kurang bergerak) pun tak terhindarkan.
3. Malaysia (3.963 Langkah/Hari)
Negara tetangga, Malaysia, rupanya tidak jauh berbeda. Kemacetan lalu lintas yang padat serta tingginya kepemilikan kendaraan bermotor membuat masyarakat Negeri Jiran ini malas melangkah. Angka di bawah 4.000 langkah per hari ini tentu menjadi rapor merah jika di bandingkan standar global.
4. Filipina (4.008 Langkah/Hari)
Kemacetan parah di kota-kota besar seperti Manila membuat aktivitas berjalan kaki menjadi pengalaman yang tidak nyaman. Masalahnya diperparah oleh kondisi trotoar yang sempit dan tidak rata. Tingginya tingkat polusi udara juga membuat warga Filipina lebih memilih berlindung di dalam moda transportasi umum atau pribadi.
5. Afrika Selatan (4.105 Langkah/Hari)
Meskipun memiliki beberapa kota besar yang super sibuk, aktivitas jalan kaki di Afrika Selatan tergolong sangat terbatas. Kesenjangan fasilitas antara wilayah urban (perkotaan) dan rural (pedesaan) menjadi salah satu pemicu rendahnya rata-rata aktivitas fisik masyarakat di sana.
6. Brasil (4.289 Langkah/Hari)
Terkenal dengan sepak bola dan tarian Sambanya, bukan berarti masyarakat Brasil otomatis aktif bergerak di kehidupan sehari-hari. Masalah sosial, ekonomi, hingga faktor keamanan lingkungan di beberapa wilayah membuat warga merasa kurang aman dan nyaman untuk berjalan kaki di ruang publik.
7. India (4.297 Langkah/Hari)
Memiliki populasi raksasa tidak membuat India terbebas dari masalah ini. Kombinasi antara cuaca panas menyengat, polusi udara yang pekat, serta semrawutnya lalu lintas membuat warga India lebih memilih menggunakan transportasi bermotor, sekalipun destinasi yang di tuju berjarak dekat.
8. Mesir (4.315 Langkah/Hari)
Kondisi di Mesir hampir mirip dengan India dan negara Timur Tengah lainnya. Faktor cuaca yang panas, tata kota yang di dominasi kendaraan beroda empat, serta kondisi jalanan yang berpasir di beberapa wilayah membuat akses bagi pejalan kaki menjadi tidak ramah.
9. Meksiko (4.692 Langkah/Hari)
Meskipun angkanya sedikit lebih baik dibandingkan negara-negara di atas, Meksiko tetap belum mampu menembus standar minimal yang ditetapkan WHO. Keterbatasan fasilitas pedestrian dan masalah sosial-ekonomi masih menjadi benteng penghalang masyarakat untuk aktif bergerak.
10. Amerika Serikat (4.774 Langkah/Hari)
Sebagai negara maju dengan infrastruktur modern, Amerika Serikat nyatanya tetap masuk dalam daftar ini. Mengapa? Karena gaya hidup modern yang serba digital membuat warganya menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer. Selain itu, tata kota di luar kota-kota besar Amerika umumnya di rancang untuk kendaraan pribadi, bukan untuk pejalan kaki.
Kesimpulan: Yuk, Mulai Lebih Banyak Melangkah!
Rendahnya angka-angka di atas umumnya di pengaruhi oleh dua faktor besar: fasilitas publik yang kurang mendukung dan gaya hidup modern yang serba praktis. Mengingat berjalan kaki memiliki dampak besar bagi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh, tidak ada salahnya jika kita mulai membiasakan diri untuk berjalan kaki dari hal-hal kecil. Yuk, mari lebih aktif bergerak demi investasi kesehatan masa depan!***









