Jakarta SB — Semen Indonesia Group (SIG) melakukan perampingan besar-besaran terhadap entitas usahanya sebagai bagian dari transformasi bisnis yang di kawal Badan Pengelola (BP) BUMN. Jumlah anak usaha SIG di pangkas dari 40 perusahaan menjadi 12 entitas utama.
Langkah ini di lakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat fokus pada bisnis inti, serta meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tekanan ekonomi dan di namika industri global.
COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan program streamlining tersebut telah memasuki tahap eksekusi pada kuartal II-2026. Prosesnya mencakup konsolidasi berbagai lini usaha untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan.
“Transformasi BUMN harus di arahkan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien, fokus pada core business, serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.
Dalam transformasi tersebut, SIG menjalankan sejumlah agenda strategis, mulai dari merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi sektor logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis.
Melalui langkah tersebut, SIG berharap dapat membentuk struktur usaha yang lebih ramping, efektif, dan adaptif sehingga pengambilan keputusan bisnis dapat di lakukan lebih cepat dan terukur.
Selain fokus pada efisiensi, SIG memastikan seluruh proses transformasi berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Perseroan juga menggandeng advisor independen dan auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta melakukan due di ligence untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi setiap langkah strategis
Transformasi yang di lakukan secara bertahap dan berkelanjutan ini di harapkan dapat memperkuat posisi SIG dalam menghadapi tantangan industri konstruksi dan infrastruktur nasional, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan Indonesia.(*)









