JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa siang 26 Mei 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG tercatat turun 56,66 poin atau sekitar 0,91 persen ke level 6.149,68.
Pergerakan pasar berlangsung cukup fluktuatif dengan rentang perdagangan di area 6.132 hingga 6.286. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia.
Transaksi Ramai, Mayoritas Saham Melemah
Aktivitas perdagangan saham tetap ramai meski pasar berada di zona merah. Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp9 triliun dengan volume perdagangan lebih dari 15 miliar lembar saham.
Sebagian besar saham mengalami penurunan harga, sementara hanya sebagian kecil yang berhasil menguat. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati di tengah tekanan eksternal maupun aksi ambil untung investor.
Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga ikut mengalami koreksi cukup dalam.
Sektor Perindustrian dan Keuangan Tertekan
Beberapa sektor menjadi penyumbang terbesar pelemahan IHSG. Sektor perindustrian memimpin tekanan setelah turun signifikan, disusul sektor barang konsumsi primer, keuangan, konsumsi non-primer, hingga properti.
Meski demikian, ada beberapa sektor yang masih mampu bertahan di zona hijau, seperti sektor transportasi, barang baku, dan kesehatan.
Lima Saham Ini Justru Terbang Tinggi
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencatat kenaikan tajam dan masuk daftar top gainers sesi pertama.
PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) menjadi saham dengan penguatan terbesar setelah melonjak lebih dari 30 persen ke level Rp115 per saham. Sementara itu, PT Arthavest Tbk (ARTA) juga mencuri perhatian usai melesat sekitar 23 persen ke posisi Rp2.470.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN), dan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA).
Lonjakan harga saham tersebut membuat investor dan trader jangka pendek mulai memburu emiten yang dinilai masih memiliki momentum penguatan di tengah pasar yang bergejolak.
Bursa Asia Mayoritas Ikut Melemah
Tidak hanya IHSG, mayoritas indeks saham di kawasan Asia juga mengalami tekanan. Bursa Singapura, Jepang, dan China bergerak di zona merah.
Namun berbeda dengan bursa lainnya, indeks Hang Seng Hong Kong masih mampu bertahan di jalur positif hingga sesi perdagangan berlangsung.
Analis Soroti Sentimen Global
Analis pasar menilai pelemahan IHSG masih di pengaruhi sentimen global serta aksi jual investor asing. Selain itu, ketidakpastian kondisi ekonomi global membuat pelaku pasar cenderung lebih selektif dalam melakukan transaksi.
Meski pasar sedang terkoreksi, volatilitas yang tinggi di nilai masih membuka peluang keuntungan bagi trader aktif yang mampu memanfaatkan momentum pergerakan saham tertentu.
Daftar Saham Top Gainers Sesi I
MGNA naik 30,68 persen ke Rp115
ARTA melonjak 23,5 persen ke Rp2.470
NZIA melesat 19,83 persen ke Rp139
IKAN menguat 13,92 persen ke Rp90
WEHA naik 10,08 persen ke Rp131









