KERINCI, SIGNALBERITA.COM – Dari 285 desa di kabupaten ternyata masih ada desa yang belum memiliki akses internet. Berdasarkan data hingga Mei 2026 ada sebanyak 20 desa.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat di berbagai sektor ikut terdampak, mulai dari pendidikan, layanan pemerintahan, hingga kegiatan ekonomi digital yang kini semakin bergantung pada koneksi internet stabil.
Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berupaya mencari solusi agar masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati layanan telekomunikasi yang layak.
Wilayah Pegunungan Jadi Kendala Utama Pembangunan Jaringan
Kepala Diskominfo Kabupaten Kerinci, Yuldi Candra, mengatakan kondisi geografis Kerinci yang di dominasi kawasan pegunungan dan perbukitan menjadi tantangan besar dalam pemerataan jaringan telekomunikasi.
Menurutnya, beberapa desa yang masih mengalami blank spot tersebar di daerah dengan akses medan yang sulit di jangkau sehingga pembangunan infrastruktur jaringan membutuhkan biaya dan proses teknis yang lebih kompleks.
“Wilayah dengan kondisi geografis tertentu memang menjadi tantangan besar dalam pemerataan jaringan telekomunikasi,” ujar Yuldi Candra.
Beberapa desa yang masih mengalami keterbatasan jaringan antara lain Desa Danau Tinggi dan Desa Simpang Tutup di Kecamatan Gunung Kerinci, Desa Margo di Kecamatan Gunung Raya, serta Desa Pungut Hilir di Kecamatan Air Hangat Timur.
Warga Kesulitan Akses Pendidikan hingga Layanan Digital
Minimnya jaringan internet membuat masyarakat kesulitan melakukan komunikasi dasar seperti menelepon, mengirim pesan, hingga mengakses layanan berbasis digital.
Bahkan, di sejumlah wilayah warga harus mencari titik tertentu di area perbukitan hanya untuk mendapatkan sinyal telepon maupun internet.
Di sektor pendidikan, pelajar dan mahasiswa di desa blank spot juga mengalami hambatan saat mengikuti pembelajaran daring, mengakses materi pendidikan, maupun mengirim tugas secara online.
Sementara itu, pelaku UMKM desa belum bisa memanfaatkan peluang ekonomi digital secara maksimal akibat terbatasnya akses internet stabil.
Pemkab Kerinci Ajukan Proposal Pembangunan BTS
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kerinci melalui Diskominfo telah mengajukan proposal pembangunan tower BTS dan infrastruktur telekomunikasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
Langkah itu di lakukan agar pembangunan jaringan internet di desa-desa terpencil dapat segera di realisasikan melalui dukungan pemerintah pusat maupun kerja sama dengan operator telekomunikasi.
Pemerintah daerah berharap pemerataan akses internet bisa mempercepat perkembangan ekonomi digital, pendidikan modern, hingga pelayanan publik berbasis online di Kabupaten Kerinci.
Internet Di nilai Jadi Kebutuhan Utama Masyarakat Desa
Saat ini akses internet di nilai bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Mulai dari pendidikan, transaksi digital, layanan administrasi pemerintah, hingga peluang usaha online sangat membutuhkan koneksi internet yang memadai.
Karena itu, masyarakat berharap pembangunan jaringan telekomunikasi di wilayah blank spot Kerinci dapat segera di realisasikan agar seluruh desa memiliki akses komunikasi yang lebih baik di masa mendatang.***









