JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan Harga emas dunia kembali naik pada Jumat, 29 Mei 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah munculnya rumor perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat pasar global kembali bergejolak.
Meski tensi geopolitik di sebut mulai mereda, investor masih memilih emas sebagai aset aman karena tekanan inflasi Amerika Serikat belum menunjukkan tanda penurunan. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap logam mulia tetap tinggi.
Berdasarkan data perdagangan global, harga emas spot naik sekitar 0,4 persen dan bertahan di level tinggi setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dalam dua bulan terakhir.
Kenaikan harga emas juga di dorong oleh ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Investor khawatir inflasi yang terus meningkat akan membuat suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Rumor Gencatan Senjata AS-Iran Bikin Pasar Bergerak
Laporan sejumlah media internasional menyebut Amerika Serikat dan Iran sedang membahas perpanjangan gencatan senjata, termasuk rencana pembukaan kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.
Namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari kedua negara. Situasi tersebut membuat pasar keuangan bergerak fluktuatif karena investor masih menunggu kepastian perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia. Ketika konflik memanas, harga energi global biasanya langsung melonjak dan berdampak pada inflasi internasional.
Inflasi AS Melonjak, Harga Emas Kembali Di lirik
Selain faktor geopolitik, lonjakan inflasi Amerika Serikat menjadi alasan utama harga emas kembali menguat.
Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi AS mengalami kenaikan tercepat dalam tiga tahun terakhir. Pemicunya berasal dari naiknya harga energi akibat konflik Iran serta meningkatnya biaya logistik global.
Kondisi tersebut membuat banyak analis memperkirakan The Fed belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Beberapa pejabat Federal Reserve bahkan memberi sinyal kemungkinan kebijakan moneter ketat masih berlanjut hingga 2027 jika tekanan inflasi tidak kunjung mereda.
China Borong Emas, Permintaan Fisik Naik Tajam
Permintaan emas fisik dari Asia juga menjadi faktor pendukung kenaikan harga logam mulia.
China di laporkan meningkatkan impor emas secara signifikan sepanjang April 2026. Kenaikan pembelian tersebut menunjukkan masyarakat dan investor masih menganggap emas sebagai instrumen perlindungan kekayaan paling aman saat kondisi ekonomi global tidak stabil.
Selain emas, beberapa logam mulia lain juga ikut menguat:
Perak naik tipis
Platinum bergerak positif
Palladium ikut mengalami kenaikan harga
Kenapa Emas Selalu Jadi Safe Haven?
Dalam kondisi ekonomi global penuh ketidakpastian, emas hampir selalu menjadi pilihan utama investor.
Saat perang, inflasi, atau krisis ekonomi terjadi, nilai mata uang biasanya melemah dan pasar saham menjadi lebih berisiko. Karena itu, investor cenderung memindahkan aset mereka ke instrumen yang di anggap lebih stabil seperti emas.
Tidak heran jika harga emas sering melonjak ketika terjadi konflik internasional atau ketegangan geopolitik besar.
Prospek Harga Emas Masih Positif?
Sejumlah analis memperkirakan harga emas masih memiliki peluang bertahan tinggi selama inflasi global belum terkendali dan ketidakpastian geopolitik masih berlangsung.
Jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi dan konflik Timur Tengah belum sepenuhnya selesai, emas di prediksi tetap menjadi aset favorit investor global sepanjang 2026.
Namun pasar tetap berpotensi bergerak sangat fluktuatif tergantung perkembangan negosiasi AS-Iran dan kondisi ekonomi dunia dalam beberapa bulan ke depan.***









