JAKARTA, Signalberita.com – Perusahaan teknologi yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo, resmi memperkenalkan layanan IRA (Internet Rakyat) sebagai upaya memperluas akses internet broadband.
Peluncuran layanan tersebut di lakukan melalui anak usaha WIFI, PT Telemedia Komunikasi Pratama (Telemedia), dan pada tahap awal telah menjangkau lebih dari 82 kota dan kabupaten di Indonesia.
Direktur Utama Telemedia sekaligus Direktur WIFI, Shannedy Ong, mengatakan kehadiran Internet Rakyat merupakan langkah perusahaan dalam membantu mengurangi kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, akses internet yang merata menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Karena itu, perusahaan akan terus mempercepat pembangunan jaringan agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan internet tetap (fixed broadband) dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau.
Tarif Mulai Rp100 Ribu per Bulan
Dalam penawaran perdananya, layanan IRA di banderol mulai dari Rp100.000 per bulan dengan kecepatan internet hingga 100 Mbps. Paket ini di tujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, pelajar, hingga pelaku usaha yang membutuhkan koneksi internet stabil.
Selain menawarkan tarif kompetitif, pelanggan juga berkesempatan memperoleh berbagai promo menarik, termasuk akses internet gratis hingga tiga bulan serta layanan untuk menikmati siaran pertandingan Piala Dunia 2026 selama periode 26 Mei hingga 19 Juli 2026.
Jaringan Sudah Menjangkau Puluhan Daerah
Pada tahap awal pengoperasian, layanan Internet Rakyat telah di dukung lebih dari 550 site aktif dan 3.189 unit radio yang tersebar di wilayah Regional 1. Cakupan jaringan tersebut membentang dari Pulau Jawa hingga Papua.
Dengan infrastruktur yang terus di perluas, perusahaan optimistis layanan ini dapat menjadi alternatif internet rumah yang lebih terjangkau di banding layanan broadband konvensional yang selama ini di nilai masih relatif mahal bagi sebagian masyarakat.
Mayoritas Saham Masih Di kuasai Grup Hashim
Berdasarkan data kepemilikan perusahaan, mayoritas saham WIFI saat ini di kendalikan oleh PT Investasi Sukses Bersama dengan porsi sekitar 54,42 persen. Sementara sisanya di miliki investor publik sebesar 40,3 persen, Djoni 5,28 persen, dan pemegang saham lainnya dalam jumlah kecil.
Kehadiran Internet Rakyat di harapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional sekaligus membuka akses konektivitas yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah.***










