Signalberita.com – Pergerakan pasar aset digital pekan ini menunjukkan dinamika yang kontras antara jajaran aset berkinerja positif (bullish) dan yang masih tertahan di zona koreksi (bearish). Pekan ini, penguatan pasar dipimpin secara meyakinkan oleh Hyperliquid (HYPE), diikuti oleh aset komoditas digital Tether Gold (XAUT) dan Tron (TRX).
Berikut adalah ulasan teknikal mendalam mengenai performa aset kripto potensial pekan ini sebagai panduan strategi investasi Anda:
3 Aset Kripto Bullish (Potensi Menguat)
1. Hyperliquid (HYPE)
Hyperliquid menunjukkan dominasi kuat setelah aksi beli masif berhasil mendorong harganya ke level tertinggi sejak Oktober 2025. Kendati demikian, investor perlu mencermati pergerakan saat ini karena indikator RSI (Relative Strength Index) memberi sinyal bahwa HYPE telah memasuki area Overbought (jenuh beli), yang rawan memicu aksi ambil untung (profit taking).
2. Tether Gold (XAUT)
Aset kripto berbasis emas ini masih bergerak dalam fase konsolidasi (sideways). Namun, posisinya masih aman karena mampu bertahan stabil di atas garis Moving Average EMA/200. Selama lilin harga (candle) mampu mempertahankan posisinya di atas area Rp70.000.000 – Rp74.000.000, XAUT memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren penguatan.
3. Tron (TRX)
Tron berhasil bangkit dan menjauh dari area Oversold (jenuh jual). Namun, setelah reli tersebut, tekanan jual mulai membayangi pergerakan TRX. Saat ini harga terpantau mengalami koreksi sehat dan diperkirakan akan menguji area pertahanan baru di kisaran Rp5.400 – Rp5.750.
5 Aset Kripto Bearish (Potensi Melemah)
1. Ethereum (ETH)
Ethereum pekan ini menghadapi momentum negatif yang cukup dominan setelah gagal mempertahankan posisinya di atas garis psikologis WMA/85. Jika tekanan jual terus berlanjut, target penurunan atau area support terdekat ETH diproyeksikan berada di kisaran Rp30.000.000 – Rp32.000.000.
2. Hedera (HBAR)
Meski berada di zona bearish, tekanan pada Hedera berpotensi mereda dalam waktu dekat. Peluang pembalikan arah menuju tren positif terbuka lebar apabila HBAR mampu menembus area resistance kuat di angka Rp2.050 – Rp2.800 dan mengunci posisinya di atas EMA/200.
3. Sui (SUI)
Langkah Sui untuk bangkit kembali mendapatkan perlawanan sengit di pasar setelah harganya tergelincir dari garis WMA/85. Tanpa adanya dorongan volume beli yang kuat, SUI saat ini berisiko terseret lebih dalam dan berpotensi mencetak level terendah barunya.
4. Polygon Ecosystem Token (POL)
POL terpantau sedang berada di fase krusial dan membutuhkan konfirmasi arah tren lebih lanjut. Sinyal pembalikan arah menuju bullish baru akan tervalidasi jika POL mampu membentuk candle kokoh di atas level Rp2.000 – Rp2.500, yang akan membuka jalan menuju target berikutnya di Rp3.000 – Rp3.500.
5. Aevo (AEVO)
Aevo cenderung bergerak stagnan akibat minimnya sentimen positif di pasar, sebuah kondisi yang juga dikonfirmasi oleh indikator MACD. Karena saat ini posisinya masih tertekan di bawah WMA/85, AEVO baru akan menunjukkan tanda-tanda pemulihan jika harganya mampu menembus dan bertahan di kisaran Rp1.200 – Rp1.850.
Catatan Redaksi (Edukasi Pasar): > Secara teknikal, tren naik (bullish) terkonfirmasi apabila garis indikator EMA 5 memotong ke atas garis WMA 75, WMA 85, dan EMA 200. Selain itu, keselarasan sinyal antara indikator RSI dan MACD pada kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold) biasanya menjadi alarm awal akan terjadinya perubahan arah tren pasar. Tetap lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan transaksi.









