JAKARTA SB – Sejumlah perkembangan ekonomi penting mewarnai hari ini, Selasa (2/6/2026), mulai dari kenaikan inflasi akibat harga pangan, surplus neraca perdagangan yang menyentuh titik terendah dalam enam tahun terakhir, hingga prospek kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO).
Berikut lima berita ekonomi utama yang perlu dicermati:
1. Inflasi Mei 2026 Naik Menjadi 0,28%
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan pada Mei 2026 sebesar 0,28%, lebih tinggi di bandingkan April 2026 yang mencapai 0,13%. Kenaikan harga pangan menjadi faktor utama pendorong inflasi.
Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 3,08%, sementara inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1,35%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 0,39% dan andil 0,12% terhadap inflasi bulanan.
2. Surplus Neraca Perdagangan Terendah dalam Enam Tahun
Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan pada April 2026 sebesar US$ 0,09 miliar. Meski tren surplus berlanjut, nilai tersebut merupakan yang terendah dalam 72 bulan terakhir atau enam tahun terakhir.
Surplus di peroleh dari nilai ekspor sebesar US$ 25,3 miliar dan impor sebesar US$ 25,21 miliar. Secara kumulatif, surplus perdagangan sepanjang Januari–April 2026 mencapai US$ 5,64 miliar.
3. Manufaktur Mulai Stabil, Biaya Produksi Meningkat
Sektor manufaktur Indonesia menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pada Mei 2026. Data S&P Global menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada di level 50,0, naik dari 49,1 pada April 2026.
Meski demikian, pelaku industri masih menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya bahan baku yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah survei PMI. Untuk menjaga margin usaha, banyak perusahaan mulai meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen melalui penyesuaian harga jual.
4. Harga CPO Berpotensi Tembus US$ 1.500 per Ton
Harga crude palm oil (CPO) di perkirakan masih bergerak bullish sepanjang semester II-2026 dan berpotensi mencapai US$ 1.500 per ton.
Prospek kenaikan harga di dorong oleh potensi peningkatan harga minyak mentah dunia, dampak fenomena El Nino, serta implementasi program biodiesel B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut di perkirakan dapat mengurangi pasokan minyak sawit di pasar global.
5. Pemerintah Siapkan Dapur Susu Indonesia untuk Program MBG
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian tengah menyiapkan program Dapur Susu Indonesia (Dasi) guna mendukung kebutuhan susu bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Konsep ini mengintegrasikan unit pengolahan susu skala kecil dengan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Satu unit dapur susu di perkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 5 miliar dan mampu memasok kebutuhan lima hingga sepuluh SPPG.
Selain memperkuat pasokan susu nasional, program ini juga di harapkan meningkatkan penyerapan susu segar dari peternak lokal serta mendorong pengembangan sentra peternakan sapi perah di luar Pulau Jawa.(*)









