SENGETI, Signalberita.com – Dalam rangka mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), BPBD Provinsi Jambi melakukan program modifikasi cuaca atau hujan buatan di kabupaten Muaro Jambi.
Program di fokuskan pada empat kecamatan yang selama ini menjadi daerah rawan Karhutla, yakni Kumpeh, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, dan Taman Rajo.
Upaya pencegahan Karhutla melalui Hujan Buatan
Langkah tersebut di lakukan sebagai strategi pencegahan dini sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. Melalui teknologi modifikasi cuaca, pemerintah berharap curah hujan dapat ditingkatkan sehingga kelembapan lahan tetap terjaga dan risiko munculnya titik api bisa di tekan sejak awal.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan hujan buatan menjadi salah satu upaya cepat untuk mengurangi potensi kebakaran di kawasan yang selama ini rentan terbakar saat musim kemarau.
“Langkah ini di lakukan agar lahan tetap lembap dan potensi munculnya titik api dapat di minimalkan,” ujar Anari.
Menurutnya, pencegahan menjadi fokus utama pemerintah mengingat dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Selain mengandalkan modifikasi cuaca, BPBD Muaro Jambi juga meningkatkan pengawasan di lapangan melalui patroli rutin di sejumlah kawasan rawan. Kegiatan tersebut bertujuan mendeteksi lebih dini adanya titik panas maupun indikasi kebakaran agar penanganan dapat di lakukan sebelum api meluas.
Pencegahan Karhutla butuh Sinergisitas
Anari menegaskan keberhasilan pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat di nilai menjadi faktor penting, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran yang masih kerap di temukan di sejumlah wilayah.
BPBD juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pencegahan adalah langkah terbaik. Kami berharap seluruh masyarakat ikut berpartisipasi menjaga wilayahnya agar terhindar dari ancaman Karhutla,” tegasnya.
Dengan kombinasi hujan buatan, patroli lapangan, dan keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap ancaman Karhutla di Muaro Jambi dapat di tekan sehingga wilayah tersebut terhindar dari bencana asap yang selama ini menjadi persoalan berulang setiap musim kemarau.(Tim)









