JAKARTA, Signalberita.com – Pinjaman Online (Pinjol) saat ini sering menjeratkan orang dalam masalah. Tidak sedikit orang yang awalnya hanya meminjam dalam jumlah kecil, namun akhirnya terjebak dalam lingkaran utang.
Ketua Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, Saji Sonjaya, mengungkapkan pihaknya menerima ribuan laporan terkait rentenir dan pinjaman online dalam beberapa tahun terakhir. Banyak korban datang dalam kondisi tertekan karena merasa kesulitan mencari jalan keluar.
Menurut Saji, korban pinjol sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisi keuangan. Namun, langkah pertama yang harus di lakukan adalah menghentikan kebiasaan menambah utang.
1. Berhenti Mengambil Pinjaman Baru
Kesalahan yang sering di lakukan korban pinjol adalah mencoba melunasi utang lama dengan membuat utang baru.
Saji mengingatkan bahwa cara tersebut justru dapat membuat jumlah pinjaman semakin bertambah.
“Jangan punya pikiran melunasi utang dengan membuka utang baru. Biasanya pinjaman akan terus bertambah,” ujarnya.
Masyarakat perlu mulai membuat rencana penyelesaian utang secara bertahap sesuai kemampuan.
2. Perkuat Mental dan Jangan Merasa Malu
Banyak korban pinjol mengalami tekanan karena takut di ketahui keluarga atau lingkungan sekitar.
Padahal, menurut Saji, rasa malu justru bisa membuat seseorang mengambil keputusan yang salah.
“Utang bukan aib. Jangan malu untuk mencari solusi,” katanya.
Dengan mental yang lebih kuat, seseorang dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih tenang.
3. Beritahu Keluarga atau Orang Terdekat
Ancaman penyebaran data pribadi dan tekanan dari penagih sering membuat korban panik.
Saji menyarankan agar korban terbuka kepada keluarga atau orang yang di percaya.
Dengan begitu, korban tidak menghadapi masalah tersebut sendirian dan dapat menghindari keputusan impulsif.
4. Catat Semua Jumlah Utang
Langkah penting berikutnya adalah membuat daftar seluruh pinjaman yang di miliki.
Catat nama aplikasi, jumlah pinjaman, bunga, serta kewajiban pembayaran.
Data tersebut membantu seseorang memahami kondisi keuangan dan menyusun prioritas pelunasan.
Aplikasi pinjol yang sudah tidak di gunakan juga sebaiknya di hapus agar tidak tergoda mengambil pinjaman baru.
5. Kurangi Gangguan dari Penagih
Mengganti nomor telepon atau perangkat dapat menjadi pilihan bagi korban yang terus mendapat gangguan dari pihak penagih.
Langkah ini di lakukan agar korban memiliki ruang untuk menata kembali kondisi finansial dan mental.
6. Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan
Korban pinjol disarankan tidak melakukan negosiasi secara terburu-buru melalui telepon.
Pembahasan mengenai penyelesaian utang sebaiknya di lakukan dengan cara yang lebih jelas dan mempertimbangkan kemampuan pembayaran.
Jangan langsung membayar tanpa memahami kesepakatan yang dibuat.
7. Tetap Optimis dan Cari Solusi
Selain menyelesaikan masalah keuangan, korban juga perlu menjaga harapan agar tidak kembali mengambil keputusan yang merugikan.
Psikolog Ilmi Hatta menjelaskan, sebagian orang terjebak utang karena menjadikan belanja sebagai pelarian dari tekanan hidup.
Menurutnya, media sosial juga dapat memperkuat kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain sehingga mendorong perilaku konsumtif.
Kenali Penyebab Terjebak Utang
Ilmi menyarankan masyarakat mulai mengenali pola pengeluaran pribadi.
Seseorang perlu memahami alasan di balik kebiasaan belanja impulsif, apakah karena ingin mendapat pengakuan, mengikuti tren, atau sebagai pelampiasan emosi.
Jika setelah membeli barang muncul rasa menyesal atau cemas, hal tersebut menjadi tanda bahwa keputusan belanja perlu dievaluasi.
Buat Aturan Keuangan Pribadi
Salah satu cara mengendalikan pengeluaran adalah membuat aturan sederhana.
Contohnya, jika ingin membeli barang yang tidak di rencanakan, tunggu selama 24 hingga 48 jam sebelum mengambil keputusan.
Cara tersebut membantu seseorang membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Alihkan Kebiasaan ke Aktivitas Positif
Untuk mengurangi kebiasaan konsumtif, masyarakat bisa mencari aktivitas lain yang lebih sehat seperti olahraga atau menulis jurnal.
Kegiatan tersebut dapat membantu mengelola stres tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dengan langkah yang tepat, korban pinjol masih bisa memperbaiki kondisi keuangan dan membangun kembali kebiasaan finansial yang lebih sehat.(*)











