SURABAYA, Signalberita.com – Pada musim Haji tahun 2026 ini, Proses kepulangan jemaah haji mulai menerapkan sistem pemeriksaan keimigrasian berbasis biometrik di Debarkasi Surabaya. Inovasi tersebut membuat proses kedatangan jemaah menjadi lebih cepat tanpa harus melalui antrean panjang seperti pemeriksaan konvensional.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyambut langsung kepulangan 375 jemaah haji kelompok terbang (kloter) SUB-56 di Asrama Haji Kelas 1 Surabaya, Jawa Timur.
Jemaah yang tiba berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lumajang.
Kedatangan kloter SUB-56 menjadi momen perdana bagi jemaah Debarkasi Surabaya untuk menggunakan layanan pemeriksaan keimigrasian modern melalui teknologi verifikasi biometrik.
Menhaj memberikan apresiasi kepada para jemaah yang mampu menjaga kekompakan rombongan hingga kembali ke Tanah Air. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas haji dari berbagai instansi yang telah memberikan pelayanan selama rangkaian ibadah haji.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras memberikan layanan terbaik bagi para jemaah,” ujar Mochamad Irfan Yusuf.
Pemeriksaan Tanpa Antrean dengan Teknologi Biometrik
Sistem baru yang di gunakan merupakan teknologi Immigration Seamless Process Corridor Gate yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.
Melalui sistem ini, jemaah tidak perlu lagi menjalani proses pemeriksaan manual yang membutuhkan waktu lama. Pemeriksaan dilakukan secara otomatis menggunakan identifikasi biometrik berupa pemindaian iris mata.
Saat melewati pintu koridor, jemaah cukup membawa paspor. Sistem akan membaca data biometrik dan mencocokkannya dengan data perjalanan serta manifes penerbangan secara langsung.
Dengan teknologi tersebut, proses kedatangan jemaah menjadi lebih praktis, cepat, dan nyaman karena tidak lagi memerlukan pembubuhan cap paspor secara manual.
Dorong Transformasi Pelayanan Haji
Menhaj berharap peningkatan kualitas layanan tidak hanya berhenti pada aspek teknologi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi jemaah setelah menyelesaikan ibadah haji.
Ia berharap seluruh jemaah dapat kembali ke masyarakat sebagai haji yang mabrur dan membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan ibadah haji dapat terlihat dari meningkatnya kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta perilaku yang semakin baik di tengah lingkungan masyarakat.
Penerapan sistem koridor biometrik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan haji yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.(*)









