INTERNASIONAL-Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi peningkatan aktivitas patroli udara di kawasan Timur Tengah menyusul penundaan pertemuan diplomatik yang sedianya mempertemukan Amerika Serikat dan Iran di Swiss.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Swiss mengumumkan bahwa agenda pembahasan yang melibatkan delegasi Amerika Serikat, Iran, Qatar, serta Pakistan belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan untuk sementara ditangguhkan.
Melalui unggahan di media sosial X, CENTCOM menyatakan sejumlah pesawat tempur F-16 milik Angkatan Udara AS tetap menjalankan misi pengawasan rutin di wilayah tersebut. Dalam operasi itu, pesawat-pesawat tempur mendapat dukungan pengisian bahan bakar di udara guna menjaga kesiapan operasional.
“Pesawat F-16 Angkatan Udara AS menerima pengisian bahan bakar selama melaksanakan patroli di Timur Tengah. Kehadiran pasukan AS di kawasan tetap dipertahankan dengan tingkat kewaspadaan tinggi,” demikian pernyataan CENTCOM.
Langkah tersebut berlangsung ketika upaya diplomasi antara Washington dan Teheran sebelumnya sempat memperlihatkan perkembangan positif. Pada 14 Juni, kedua negara dilaporkan telah merampungkan penyusunan sebuah nota kesepahaman sebagai landasan menuju penyelesaian konflik.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 18 Juni, Amerika Serikat dan Iran disebut menandatangani dokumen tersebut secara virtual. Kesepakatan awal itu ditujukan untuk menghentikan ketegangan militer yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Dalam dokumen tersebut, kedua pihak diberikan tenggat waktu selama 60 hari untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan permanen, terutama terkait program nuklir Iran dan kebijakan pencabutan sanksi yang diberlakukan Washington.
Kesepahaman itu juga memuat komitmen pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Amerika Serikat disebut akan mengakhiri pembatasan maritim yang diterapkannya, sementara Iran berupaya mengaktifkan kembali lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut.(*)










