JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan Aset kripto Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan. Hal ini setelah perusahaan manajemen aset kripto Bitwise menilai harga Bitcoin saat ini berada dalam area valuasi menarik.
Kendati demikian, untuk pergerakan harga masih berada di kisaran US$64.000, Bitwise menyebut BTC masuk dalam kategori “zona diskon” berdasarkan sejumlah indikator historis.
Penilaian tersebut muncul di tengah perbandingan dengan sejumlah saham berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengalami kenaikan valuasi cukup tinggi. Bitwise melihat Bitcoin saat ini di perdagangkan lebih dekat dengan nilai wajarnya dibanding beberapa aset yang tengah menjadi pusat perhatian investor.

Indikator Historis Menunjukkan Bitcoin Mulai Menarik
Bitwise menggunakan indikator Mayer Multiple untuk melihat posisi harga Bitcoin di bandingkan rata-rata pergerakan 200 hari.
Indikator tersebut menunjukkan nilai di bawah 1,0, sebuah kondisi yang dalam sejarah pasar Bitcoin sering muncul ketika aset kripto memasuki fase akumulasi jangka panjang.
Namun, Bitwise mengingatkan bahwa harga murah tidak selalu langsung di ikuti kenaikan. Faktor lain seperti arus modal baru, kondisi ekonomi global, serta sentimen investor tetap menjadi penentu arah pasar.
Arus Dana Baru ke Bitcoin Masih Terbatas
Di tengah valuasi yang di anggap menarik, aliran dana baru ke jaringan Bitcoin masih menunjukkan perlambatan.
Data on-chain menunjukkan pertumbuhan realized cap masih berada dalam tekanan sejak akhir 2025. Kondisi tersebut menggambarkan investor masih berhati-hati meski harga Bitcoin sudah berada di level yang dinilai lebih rendah secara historis.
Bitwise menilai persaingan investasi dari sektor teknologi dan AI juga menjadi tantangan tersendiri. Perusahaan teknologi yang melakukan penggalangan dana besar berpotensi menarik likuiditas investor dari pasar kripto.
Kebijakan Suku Bunga The Fed Jadi Faktor Penggerak
Selain faktor internal pasar kripto, kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) juga masih menjadi perhatian.
Suku bunga tinggi membuat sebagian investor cenderung mengurangi risiko dan lebih selektif dalam menempatkan dana. Kondisi ini dapat membatasi pergerakan aset berisiko seperti Bitcoin.
Meski demikian, sejumlah analis masih memperhatikan level US$64.000 sebagai area penting. Jika mampu bertahan, Bitcoin berpeluang membuka ruang pemulihan menuju level harga yang lebih tinggi.
Bitcoin Murah Belum Menjamin Kenaikan
Bitwise menilai Bitcoin saat ini memiliki valuasi yang lebih menarik dibanding beberapa aset populer lainnya. Namun, kondisi tersebut bukan jaminan harga akan langsung naik.
Pergerakan Bitcoin tetap bergantung pada berbagai faktor, mulai dari masuknya modal baru, kondisi likuiditas global, kebijakan moneter, hingga sentimen pasar.
Dengan kondisi tersebut, pasar Bitcoin saat ini berada di antara dua sentimen besar: peluang karena valuasi rendah dan tantangan akibat tekanan ekonomi global.(*)










