INTERNASIONAL-PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memicu perhatian publik setelah menyatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan segera meninggalkan kursi kepemimpinan. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social di tengah ramainya pembahasan mengenai masa depan politik pemimpin Partai Buruh tersebut.
Dalam unggahannya, Trump menyebut Starmer tidak akan lama lagi menjabat sebagai kepala pemerintahan Inggris. Namun, belum diketahui apakah pernyataan tersebut didasarkan pada informasi yang dimiliki Gedung Putih atau sekadar tanggapan atas spekulasi yang berkembang di Inggris.
Selain menyinggung masa depan Starmer, Trump juga melancarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah Inggris, khususnya terkait imigrasi dan sektor energi. Ia menilai pemerintahan Starmer gagal menangani dua isu tersebut dan kembali mendesak pembukaan eksplorasi minyak dan gas di Laut Utara.
Hubungan kedua pemimpin sebelumnya sempat dianggap cukup baik. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah perbedaan pandangan, termasuk mengenai konflik di Iran, disebut membuat komunikasi antara Washington dan London menjadi lebih tegang.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, kantor Perdana Menteri Inggris tidak memberikan pernyataan baru. Downing Street hanya merujuk pada pernyataan Starmer sebelumnya yang menegaskan bahwa dirinya masih fokus menjalankan mandat yang diberikan rakyat dan menyelesaikan berbagai agenda pemerintahan.
Sementara itu, Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle mengatakan Starmer tengah mempertimbangkan berbagai dinamika politik yang berkembang. Menurutnya, keputusan apa pun nantinya akan didasarkan pada kepentingan nasional.
Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan pengunduran diri Starmer semakin menguat dan diperkirakan akan mencapai kejelasan dalam waktu dekat. Di tengah situasi tersebut, nama Andy Burnham disebut mulai mendapat dukungan dari sejumlah kalangan sebagai figur yang berpotensi mengambil peran lebih besar dalam politik Partai Buruh.(*)











