JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian pasar pada perdagangan Senin (22/6/2026). Kondisi Rupiah ini pun di perkirakan bergerak melemah di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS.
Sebelumnya, berdasarkan data pasar, rupiah sempat menguat tipis sebesar 0,24 persen ke level Rp17.797 per dolar AS pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Namun, tekanan dari faktor global kembali membayangi pergerakan mata uang Garuda.
Sentimen Global Pengaruhi Pergerakan Rupiah
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai kondisi pasar mulai membaik setelah adanya perkembangan terkait kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan tersebut meningkatkan harapan pemulihan jalur perdagangan melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting pengiriman minyak dunia. Pasar berharap pasokan minyak mentah yang sebelumnya tertahan dapat kembali masuk ke pasar internasional.
Perubahan kondisi geopolitik ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan aset global, termasuk nilai tukar rupiah.
Kebijakan The Fed Jadi Perhatian Investor
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Sejumlah pejabat The Fed memperkirakan suku bunga masih berpotensi bertahan tinggi dalam waktu lebih lama. Kondisi tersebut dapat memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Penguatan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi perhatian karena dapat mendorong investor mengalihkan dana ke aset dolar.
Indonesia Tetap Berstatus Negara Berkembang
Dari dalam negeri, sentimen pasar juga dipengaruhi laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai akses pasar Indonesia.
MSCI menyoroti adanya perhatian terhadap transparansi informasi pasar saham dan struktur kepemilikan saham di Indonesia. Namun, Indonesia tetap dipertahankan sebagai negara berkembang atau Emerging Market.
Keputusan tersebut memberikan optimisme bahwa peluang masuknya kembali arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia masih terbuka.
Rupiah Masih Di bayangi Tekanan Dolar
Pada perdagangan Senin, rupiah sempat bergerak fluktuatif. Pergerakan dolar AS yang menguat membuat tekanan terhadap rupiah kembali muncul.
Pasar kini menunggu perkembangan ekonomi global, kebijakan The Fed, serta kondisi geopolitik yang masih menjadi faktor utama pergerakan nilai tukar.
Ke depan, stabilitas rupiah akan sangat bergantung pada kemampuan Indonesia menjaga arus modal asing dan menghadapi tekanan eksternal.(*)











