JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan Harga emas digital pada perdagangan Senin (22/6/2026) kembali menunjukkan respon positif di sejumlah platform di Indonesia. Kenaikan ini mengikuti tren harga emas dunia yang masih berada pada level tinggi serta di pengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Emas digital kini semakin di minati masyarakat karena menawarkan kemudahan transaksi, pembelian dengan nominal terjangkau, serta penyimpanan aset secara praktis melalui platform digital. Tidak hanya investor berpengalaman, kalangan muda juga mulai menjadikan emas digital sebagai pilihan untuk menjaga nilai kekayaan di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan data sejumlah platform perdagangan emas digital, harga emas tercatat mengalami kenaikan di bandingkan perdagangan sebelumnya.
Di platform Treasury, harga beli emas berada di kisaran Rp2.476.397 per gram, naik sekitar Rp13.156 per gram, sementara harga jual tercatat sekitar Rp2.394.646 per gram.
Sementara itu, platform Lakuemas mencatat harga beli emas sebesar Rp2.465.000 per gram, mengalami kenaikan sekitar Rp12.000 per gram, dengan harga jual berada di level Rp2.392.000 per gram.
IndoGold juga mencatat penguatan harga dengan posisi beli sekitar Rp2.495.437 per gram, naik sekitar Rp8.449 per gram, sedangkan harga jual berada di kisaran Rp2.434.500 per gram.
Adapun ShariaCoin mencatat harga beli tertinggi di bandingkan beberapa platform lain, yakni sekitar Rp2.545.000 per gram, dengan harga jual mencapai Rp2.457.000 per gram.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas Digital
Penguatan harga emas digital di pengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global dan kondisi geopolitik membuat sebagian investor memilih emas sebagai instrumen perlindungan nilai.
Selain itu, perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memberikan pengaruh terhadap harga emas dalam negeri. Ketika dolar menguat, harga emas domestik berpotensi mengalami kenaikan.
Kemudahan akses melalui aplikasi juga menjadi salah satu alasan utama emas digital semakin populer. Investor dapat membeli emas secara bertahap tanpa harus menyediakan modal besar atau menyimpan emas fisik secara langsung.
Prospek Investasi Emas Digital
Meski harga emas terus mencatat kenaikan, investor tetap perlu mempertimbangkan strategi sebelum melakukan pembelian. Untuk investasi jangka panjang, pembelian secara bertahap atau metode dollar cost averaging menjadi salah satu pilihan yang banyak di gunakan guna mengurangi risiko membeli pada harga tinggi.
Ke depan, pergerakan emas digital masih akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia, kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi, serta perkembangan geopolitik internasional.
Dengan kemudahan transaksi dan potensi menjaga nilai aset, emas digital di perkirakan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik bagi masyarakat Indonesia.(*)











