JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran Beasiswa Bidang Keolahragaan Tahap II Tahun 2026 bagi atlet, mantan atlet, dan tenaga keolahragaan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3).
Program Beasiswa Untuk Tingkatkan SDM
Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor olahraga. Selain mendorong prestasi di lapangan, program tersebut juga bertujuan memperkuat kapasitas akademik dan profesional insan olahraga Indonesia.
Kemenpora menjelaskan bahwa beasiswa di bagi ke dalam dua jalur utama, yakni Jalur Penghargaan Prestasi dan Jalur Peningkatan Prestasi.
Jalur Penghargaan Prestasi di peruntukkan bagi atlet atau mantan atlet yang memiliki rekam jejak prestasi di tingkat internasional, seperti Olimpiade, Paralimpiade, Kejuaraan Dunia, Asian Games, hingga SEA Games.
Sementara itu, Jalur Peningkatan Prestasi di tujukan bagi tenaga keolahragaan, atlet, maupun mantan atlet yang memiliki prestasi di luar kategori penghargaan prestasi.
Untuk mengikuti program ini, peserta wajib memperoleh surat rekomendasi resmi dari Kemenpora melalui sistem rekomendasi tenaga olahraga nasional (Sitenor) yang dapat di akses secara daring.
Adapun batas usia peserta Jalur Peningkatan Prestasi ditetapkan maksimal 40 tahun untuk program magister dan 45 tahun untuk program doktor. Sedangkan pada Jalur Penghargaan Prestasi, batas usia maksimal adalah 45 tahun untuk magister dan 50 tahun untuk doktor.
Pendaftaran dan pengunggahan dokumen pendukung melalui laman Sitenor di buka mulai 8 Juni hingga 10 Juli 2026. Pengajuan surat rekomendasi Kemenpora berlangsung pada 22 Juni hingga 10 Juli 2026.
Ini jadwal seleksi
Selanjutnya, penerbitan surat rekomendasi di jadwalkan di umumkan pada 17 Juli 2026. Peserta yang di nyatakan memenuhi syarat dapat melanjutkan proses pendaftaran beasiswa melalui LPDP dan mengikuti tahapan seleksi administrasi, tes bakat skolastik, hingga seleksi substansi.
Kemenpora berharap program ini dapat melahirkan insan olahraga yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki kompetensi akademik yang mampu mendukung kemajuan olahraga nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.(*)








