JAKARTA, Signalberita.com – Di tengah kondisi pasar saham yang masih berfluktuasi, PT Syailendra Capital tetap optimistis dapat mencatat pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar 10 hingga 20 persen sepanjang 2026.
Wholesale Distribution Manager PT Syailendra Capital, Vania Yoshe Apriliza, mengatakan target tersebut di nilai realistis mengingat kondisi pasar investasi saat ini masih dipengaruhi tingginya volatilitas. Selain meningkatkan dana kelolaan, perusahaan juga membidik posisi lima besar manajer investasi terbesar di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan AUM sebesar dua digit sudah menjadi pencapaian yang sangat baik di tengah dinamika pasar keuangan.
Target Masuk Lima Besar Manajer Investasi
Berdasarkan data industri hingga akhir 2025, Syailendra Capital mengelola dana investasi sekitar Rp37,62 triliun dan berada di posisi kedelapan sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia.
Pada 2026, perusahaan menargetkan peningkatan peringkat dengan memperbesar nilai dana kelolaan agar dapat menembus jajaran lima besar industri manajer investasi nasional.
Fokus pada Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Pasar Uang
Untuk mencapai target tersebut, Syailendra Capital lebih memfokuskan strategi investasi pada produk reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dan reksa dana pasar uang (RDPU).
Kedua instrumen tersebut di nilai lebih di minati investor karena menawarkan tingkat risiko yang relatif lebih rendah di bandingkan instrumen investasi lainnya, terutama ketika kondisi pasar saham masih bergejolak.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total dana kelolaan industri reksa dana mencapai Rp689,72 triliun hingga Mei 2026, meski mengalami penurunan sekitar 2,35 persen sejak awal tahun. Sementara itu, dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap tercatat sebesar Rp240,74 triliun.
ETF Emas Masuk Radar Pengembangan
Selain memperkuat produk yang sudah di miliki, Syailendra Capital juga membuka peluang untuk mengembangkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas.
Perusahaan menilai minat investor terhadap instrumen investasi yang di dukung aset emas terus meningkat. Meski demikian, hingga saat ini belum ada rencana peluncuran produk baru karena perusahaan masih memprioritaskan pengembangan dan pendalaman produk yang telah tersedia.
Dengan strategi tersebut, Syailendra Capital berharap dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisinya di industri manajer investasi Indonesia sepanjang 2026.(*)











