Signalberita.com – Gali lubang tutup lubang, menjadi sering di alami sejumlah orang, Dalam banyak kasus, utang justru dapat di manfaatkan untuk tujuan produktif, seperti membeli rumah, mengembangkan usaha, atau membiayai pendidikan.
Namun, kondisi menjadi berisiko ketika seseorang harus terus meminjam uang baru untuk membayar cicilan utang lama. Kebiasaan yang dikenal sebagai gali lubang tutup lubang ini dapat membuat beban keuangan semakin berat akibat bunga dan biaya yang terus bertambah.
Jika tidak segera di hentikan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu arus kas, menyulitkan menabung, memicu stres, hingga menghambat tercapainya tujuan keuangan jangka panjang.
Berikut beberapa langkah yang dapat di lakukan untuk keluar dari kebiasaan tersebut.
1. Catat Seluruh Utang
Langkah pertama adalah mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh. Buat daftar seluruh utang yang dimiliki, baik pinjaman bank, kartu kredit, layanan paylater, pinjaman online, maupun utang kepada keluarga atau teman.
Lengkapi dengan informasi mengenai jumlah pinjaman, suku bunga, cicilan bulanan, dan tanggal jatuh tempo agar lebih mudah menentukan prioritas pembayaran.
2. Fokus pada Kebutuhan Pokok
Saat masih memiliki beban utang, prioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan penting seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan kesehatan.
Pengeluaran yang bersifat konsumtif, seperti membeli gawai baru, pakaian, atau liburan, sebaiknya di tunda hingga kondisi keuangan kembali stabil.
3. Sesuaikan Gaya Hidup
Salah satu penyebab seseorang terjebak utang adalah keinginan mengikuti gaya hidup lingkungan sekitar.
Mengurangi pengeluaran demi gengsi bukan berarti menurunkan kualitas hidup, melainkan menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial agar tidak menambah beban utang.
4. Tambah Sumber Penghasilan
Selain mengurangi pengeluaran, meningkatkan pemasukan juga dapat mempercepat pelunasan utang.
Penghasilan tambahan bisa diperoleh melalui pekerjaan sampingan, usaha kecil, menjual keahlian, atau memanfaatkan aset yang dapat menghasilkan pendapatan.
5. Dahulukan Utang Berbunga Tinggi
Prioritaskan pelunasan utang dengan bunga paling tinggi, seperti kartu kredit atau pinjaman konsumtif.
Strategi ini di kenal sebagai debt avalanche, yaitu melunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu sambil tetap membayar cicilan minimum utang lainnya. Cara ini di nilai lebih efisien karena dapat mengurangi total bunga yang harus di bayar.
6. Gunakan Uang Tunai atau Kartu Debit
Selama proses memperbaiki kondisi keuangan, usahakan bertransaksi menggunakan uang tunai atau kartu debit.
Membatasi penggunaan kartu kredit maupun layanan buy now pay later (BNPL) dapat membantu mencegah munculnya utang baru.
7. Jual Aset yang Tidak Produktif
Apabila kondisi keuangan sudah sangat mendesak, menjual aset yang tidak produktif dapat menjadi pilihan terakhir.
Misalnya kendaraan yang jarang di gunakan atau barang elektronik yang sudah tidak terpakai. Dana hasil penjualan dapat di manfaatkan untuk mengurangi pokok utang sehingga beban bunga ikut menurun.
8. Bangun Kebiasaan Mengelola Keuangan
Keluar dari lingkaran utang tidak hanya soal melunasi pinjaman, tetapi juga memperbaiki kebiasaan dalam mengelola keuangan.
Mulailah membuat anggaran bulanan, membangun dana darurat secara bertahap, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan pembelian.
Dengan disiplin menjalankan langkah-langkah tersebut, kondisi keuangan dapat berangsur membaik dan risiko kembali terjebak dalam kebiasaan gali lubang tutup lubang dapat di minimalkan.
Perlu di ingat, setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda. Jika beban utang sudah sulit dikendalikan hingga mengganggu kebutuhan pokok, berkonsultasi dengan perencana keuangan atau pihak pemberi pinjaman dapat menjadi solusi untuk menemukan langkah yang sesuai.(*)










