JAKARTA SB – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai wisata olahraga (sport tourism) memiliki potensi besar untuk mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata nasional seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman berwisata yang aktif dan menyehatkan.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan wisata olahraga merupakan salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Berdasarkan data UN Tourism (UNWTO), sektor ini menyumbang sekitar 10 persen dari total pengeluaran wisatawan global dan di proyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen per tahun pada 2030.
“Pertumbuhan tersebut di dorong oleh perubahan tren wisatawan yang kini lebih mencari pengalaman yang berkesan sekaligus menyehatkan, bukan sekadar hiburan,” ujar Nia di Jakarta, Rabu (8/7).
Menurutnya, penyelenggaraan berbagai ajang olahraga terbukti efektif dalam mendorong kunjungan wisatawan.
Karena itu, Kemenpar terus mendukung pengembangan sport tourism melalui penguatan destinasi dan atraksi olahraga, peningkatan kapasitas pelaku industri, promosi terpadu, serta fasilitasi penyelenggaraan event olahraga yang berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sebagai bentuk penguatan sinergi, Kemenpar bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan wisata olahraga di Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup pemetaan potensi event, standardisasi penyelenggaraan, pengembangan fasilitas olahraga yang ramah wisatawan, hingga promosi bersama untuk event berskala nasional dan internasional.
Meski demikian, Nia mengakui kontribusi wisata olahraga terhadap kunjungan wisatawan mancanegara masih relatif kecil di bandingkan aktivitas pendukung lainnya.
Berdasarkan laporan International Visitor Arrivals by Tourism Activities Undertaken While in Indonesia tahun 2024, wisata olahraga berkontribusi sebesar 9,74 persen terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.
Sementara itu, wisata petualangan menyumbang 41,45 persen, wisata kesehatan atau kebugaran sebesar 13,35 persen, dan wisata pengalaman (integrated area tourism) mencapai 10,9 persen.
Kemenpar Perkuat Kooordinasi
Untuk meningkatkan kontribusi tersebut, Kemenpar terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan berbagai event unggulan yang memiliki ciri khas Indonesia dan berpotensi menarik perhatian dunia.
Event-event terpilih nantinya akan masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN), yang setiap tahunnya dikurasi secara ketat sebagai kalender event nasional.
Selain itu, pemerintah daerah juga di dorong mengembangkan wisata olahraga yang di padukan dengan aktivitas kebugaran, petualangan, dan pengalaman wisata.
Langkah ini di harapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas, yaitu wisatawan yang memiliki lama tinggal lebih panjang, pengeluaran lebih besar, serta kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.(*)









