Signalberita.com – Sejumlah petugas Sensus Ekonomi 2026 di wilayah kota Semarang di kabarkan mengundurkan diri. Isu yang berkembang lantaran pembayaran upah kepada para pendataan macet.
Kepala BPS Kota Semarang Rudi Cahyono mengonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengungkapkan, terdapat 30 tenaga pendata di Semarang yang telah mengundurkan diri.
“Ya, 30 orang itu mundur tidak serentak, tidak langsung bedol desa begitu. Namun, memang tergantung kondisi masing-masing petugas,”jelasnya pada Sabtu (18/07/2026).
Dirinya menyebutkan pengunduran diri dari mitra pendata Sensus Ekonomi 2026 tersebut, bukan karena faktor internal.
“Dari 30 orang itu, sebenarnya 50 persen atau 16 orang mengundurkan diri karena diterima bekerja,”sebutnya.
Sementara itu, sisanya memiliki alasan masing-masing. “Ada yang karena sakit. Yang sakit ini ada lima orang. Ada juga yang karena merawat orang tua. Selain itu, ada yang karena kuliah dan tidak bisa membagi waktu,” kata Rudi.
Dia menjelaskan, meski sudah sempat bekerja, mereka yang mengundurkan diri tidak memperoleh honor. “Sesuai ketentuan di SPK, kalau mereka mundur, mereka tidak mendapatkan honor,” ucapnya.
Karena Sensus Ekonomi 2026 memiliki tenggat waktu penghimpunan data, Rudi mengatakan pihaknya segera mencari pengganti tenaga pendata yang mengundurkan diri. “Itu supaya pekerjaan bisa tetap berjalan,” ujar dia.
Isu mundurnya puluhan tenaga pendata Sensus Ekonomi 2026 di Semarang muncul bersamaan dengan persoalan upah yang dikabarkan macet. Namun, Rudi mengeklaim pihaknya melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan SPK. Dia juga membantah adanya perubahan pada kontrak kerja yang telah disepakati antara BPS Kota Semarang dan mitra pendata.
“Kami tidak mengubah mekanisme pembayaran. Semuanya tetap mengacu pada SPK awal,” ujar Rudi ketika ditanya mengenai dugaan perubahan kontrak kerja.
“Terkait mekanisme pembayaran ini, sebenarnya setiap Jumat kami selalu mengadakan weekly briefing. Di situ juga disampaikan tata cara pembayaran. Mungkin informasi ini belum dipahami oleh teman-teman petugas,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, jumlah petugas Sensus Ekonomi 2026 yang dikoordinasikan BPS Kota Semarang mencapai 1.437 orang.(Tim)











