JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah gagal mempertahankan posisinya di atas level US$65.000. Meski sejumlah indikator teknikal mulai menunjukkan sinyal positif, analis menilai aset kripto terbesar di dunia itu masih berada di fase penentuan dengan dua kemungkinan arah pergerakan yang berbeda.
Mengutip analisis AMBCrypto, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan apabila mampu menembus level resistance penting. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, harga BTC di perkirakan dapat terkoreksi hingga kisaran US$55.560.
Indikator Mulai Beri Sinyal Positif
Analis kripto Axel Adler Jr. menggunakan indikator Bitcoin Regime Score, yaitu metrik yang menggabungkan sejumlah data pasar seperti arus transaksi, funding rate, open interest, aliran dana ETF, pergerakan aset di bursa, serta tren harga.
Saat ini indikator tersebut berada di level +34,6, yang mencerminkan kondisi pasar masih berada dalam fase moderat bullish atau mulai di dominasi sentimen positif dalam jangka pendek.
Menurut Adler, sejumlah indikator utama menunjukkan tren yang lebih baik selama dua pekan terakhir. Namun, kondisi tersebut belum cukup kuat untuk memastikan Bitcoin memasuki tren kenaikan yang berkelanjutan.
Sebelumnya, harga Bitcoin sempat turun ke sekitar US$62.200 sebelum kembali pulih dan menembus level US$65.000.
Dua Skenario Pergerakan Bitcoin
Analis memprediksi terdapat dua kemungkinan yang dapat terjadi dalam waktu dekat.
Skenario pertama, apabila Bitcoin gagal menembus area resistance di sekitar US$65.260, tekanan jual di perkirakan kembali meningkat. Kondisi itu berpotensi menyeret harga ke level US$55.560, bahkan membuka peluang koreksi lebih dalam hingga sekitar US$51.934.
Skenario kedua, jika Bitcoin mampu di tutup di atas level US$67.292 pada grafik empat jam, tren kenaikan di perkirakan berlanjut. Dalam kondisi tersebut, harga Bitcoin berpotensi menguat hingga mendekati US$77.489.
Permintaan Pasar Masih Jadi Tantangan
Meski indikator teknikal mulai membaik, analis menilai pasar Bitcoin masih menghadapi sejumlah tantangan. Permintaan investor di nilai belum meningkat secara signifikan, sementara arus dana ke ETF Bitcoin masih cenderung negatif.
Selain itu, indikator Coinbase Premium Index juga belum memberikan sinyal kuat yang menunjukkan meningkatnya minat beli dari investor.
Pasar Masih Berpotensi Volatil
Dengan kondisi tersebut, pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan di perkirakan masih akan bergerak fluktuatif. Investor di sarankan mencermati perkembangan indikator teknikal dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Analis menilai keberhasilan Bitcoin menembus level resistance akan menjadi penentu arah tren berikutnya. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dapat membuka peluang koreksi menuju area support yang lebih rendah.(*)











