JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan pada Harga Bitcoin (BTC) di perkirakan masih menghadapi tekanan hingga kuartal IV 2026. Berdasarkan dari Analis pasar Benjamin Cowen memproyeksikan aset kripto terbesar di dunia itu berpotensi menyentuh level terendah di kisaran US$44.000–US$47.000, berdasarkan pola siklus historis dan kondisi makroekonomi global.
Analisis Siklus Historis
Cowen menilai fase koreksi kali ini lebih di pengaruhi oleh faktor waktu di bandingkan level harga tertentu. Ia membandingkan kondisi pasar saat ini dengan pola yang terjadi pada 2019, ketika Bitcoin mencapai puncak di tengah sentimen pasar yang cenderung datar, bukan euforia.
Dalam analisis tersebut, level terendah di perkirakan terbentuk secara bertahap seiring berjalannya waktu, bukan akibat satu peristiwa besar seperti saat pasar terguncang pandemi Covid-19 pada Maret 2020.
Tahun Pemilu AS Di nilai Kurang Bersahabat
Menurut Cowen, 2026 yang merupakan tahun pemilu paruh waktu di Amerika Serikat secara historis menjadi periode yang kurang menguntungkan bagi Bitcoin. Data pada siklus 2014, 2018, dan 2022 menunjukkan aset kripto tersebut cenderung melemah pada paruh kedua tahun.
Meski Juli umumnya masih mencatat kinerja positif, Agustus dan September sering menjadi bulan dengan tekanan terbesar. Pada siklus sebelumnya, penurunan pada Agustus bahkan mencapai sekitar 15–18 persen.
Berdasarkan indikator performa tahunan yang di gunakannya, harga Bitcoin berpotensi bergerak menuju kisaran US$43.800 apabila pola historis kembali terulang. Namun, Cowen menegaskan angka tersebut hanya merupakan ilustrasi statistik dan bukan target harga pasti.
Tekanan Makroekonomi Masih Membayangi
Selain faktor siklus, kondisi ekonomi global juga di nilai menjadi tantangan bagi Bitcoin. Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih mempertahankan suku bunga riil tinggi di perkirakan akan membatasi ruang penguatan aset berisiko, termasuk kripto.
Di sisi lain, sejumlah model analisis teknikal juga memperkirakan area US$44.000–US$47.000 sebagai zona support utama. Perhitungan menggunakan regresi historis dan Fibonacci retracement logaritmik menunjukkan titik tengah berada di sekitar US$44.400, yang sejalan dengan proyeksi Cowen.
Prediksi Institusi Masih Beragam
Sejumlah lembaga keuangan memiliki pandangan berbeda mengenai batas bawah harga Bitcoin. Standard Chartered memperkirakan level bawah berada di sekitar US$59.000, sementara Galaxy memproyeksikan harga dapat turun hingga US$40.000.
Meski terdapat perbedaan angka, sebagian besar analis menilai peluang terjadinya koreksi yang jauh lebih dalam masih relatif kecil. Pelaku pasar kini menantikan perkembangan kebijakan moneter global dan dinamika ekonomi yang akan menentukan arah pergerakan Bitcoin hingga akhir 2026.(*)












