LEMBATA, Signalberita.com — Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Kamis (10/9/2026) siang.
Erupsi terjadi sekitar pukul 14.08 WITA. Berdasarkan pemantauan, kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung atau berada pada ketinggian sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom letusan terlihat berwarna kelabu hingga hitam pekat dengan intensitas tebal. Arah sebaran kolom abu cenderung menuju ke barat.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 53 detik.
Zona Bahaya Di tetapkan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan sejumlah batas aman untuk mengantisipasi potensi bahaya dari aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat maupun wisatawan di larang melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, terdapat perluasan zona larangan secara sektoral hingga 3 kilometer ke arah selatan dan tenggara dari pusat aktivitas gunung.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung di minta tetap mengikuti informasi dan arahan resmi dari petugas terkait perkembangan aktivitas vulkanik.
Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik
Selain potensi erupsi lanjutan, masyarakat juga di imbau mewaspadai kemungkinan terjadinya guguran lava maupun awan panas pada sejumlah sektor yang berpotensi terdampak.
Paparan abu vulkanik juga perlu di antisipasi karena dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan.
Masyarakat di sarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Warga juga di minta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok di harapkan tidak mendekati zona berbahaya dan selalu mengutamakan keselamatan dengan mengikuti rekomendasi serta informasi resmi dari PVMBG.(*)




















