JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan Pasar keuangan global memasuki pekan yang di nilai penting karena tiga bank sentral negara G7. Perhatian investor tertuju pada kebijakan Federal Reserve (The Fed), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ). Ketiganya menghadapi tantangan berupa tekanan inflasi yang kembali meningkat sehingga arah kebijakan moneter menjadi perhatian pelaku pasar.
Di tengah kondisi tersebut, harga emas dan Bitcoin (BTC) menjadi dua aset yang banyak disorot.
Head of Research Pluang, Jason Gozali, masih mempertahankan proyeksi harga emas di level US$5.200 per troy ounce dan Bitcoin sebesar US$100.000 dalam 12 bulan ke depan.
Menurut Jason, proyeksi tersebut didasarkan pada pandangan bahwa tekanan inflasi struktural masih sulit ditangani hanya melalui kebijakan moneter jangka pendek.
The Fed Jadi Perhatian Utama
Jason mengatakan data inflasi inti Amerika Serikat yang berada di atas perkiraan membuat pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.
Kondisi tersebut juga menjadi ujian bagi Ketua The Fed, Kevin Warsh. Pasalnya, pasar telah membentuk ekspektasi terhadap arah kebijakan bank sentral AS.
Menurut Jason, keputusan yang berbeda dari ekspektasi pasar justru berpotensi memicu volatilitas lebih besar.
“Inflasi inti Amerika Serikat yang melampaui perkiraan membuat pasar menganggap kenaikan suku bunga The Fed hampir pasti terjadi,” ujar Jason di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Kebijakan tersebut bahkan berpotensi berseberangan dengan keinginan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menginginkan arah kebijakan suku bunga lebih longgar.
Kebijakan Bank Sentral G7 Jadi Sorotan
Sebelumnya, European Central Bank (ECB) telah mengambil langkah pengetatan kebijakan. Kondisi tersebut di nilai menunjukkan kecenderungan bank sentral negara-negara maju semakin searah dalam menghadapi tekanan inflasi.
Pluang menilai kesamaan arah kebijakan tersebut justru memperkuat indikasi bahwa tekanan inflasi yang terjadi bersifat struktural.
Artinya, persoalan inflasi di perkirakan tidak mudah di selesaikan hanya melalui perubahan kebijakan moneter dalam jangka pendek.
Situasi inilah yang menjadi salah satu dasar Pluang mempertahankan target harga emas dan Bitcoin dalam 12 bulan mendatang.
Emas dan Bitcoin Berpotensi Berbalik Arah
Investor kini menunggu perkembangan kebijakan bank sentral yang dapat menjadi titik balik bagi pasar keuangan global.
Jika keputusan suku bunga sesuai dengan ekspektasi, pasar berpeluang merespons dengan lebih terukur. Namun, apabila keputusan tersebut berbeda dari perkiraan, volatilitas harga aset berisiko maupun aset lindung nilai seperti emas berpotensi meningkat.
Bitcoin juga menjadi perhatian karena pergerakannya sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas global dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Dengan demikian, keputusan The Fed, BoE, dan BoJ dalam pekan ini akan menjadi salah satu katalis penting yang menentukan arah pasar, termasuk prospek emas dan Bitcoin hingga beberapa bulan ke depan.(*)
















