• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advetorial
  • Artikel
  • Berita Daerah
    • Batanghari
    • Bute
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Muaro Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Sungai Penuh
    • Sarko
    • Tanjab
  • BERITA TERPOPULER
  • EDITORIAL
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Milenial
    • Politik
    • Otomotif
    • Sastra & Budaya
    • Teknologi
    • Wisata Kita
    • Opini
    • Uncategorized
    • Video Viral
Minggu, November 1, 2026
signalberita.com
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
signalberita.com
No Result
View All Result

Heboh! Skandal Manipulasi Saham, Sebanyak 455 Ribu Investor Terdampak

Redaksi SB by Redaksi SB
1 November 2026
0
Skandal Manipulasi Saham

Skandal Manipulasi Saham

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

ISTANBUL, Signalberita.com – Dunia Investasi digegerkan dengan kabar skandal dugaan manipulasi pasar saham mengguncang industri investasi Turki. Bahkan dalam Kasus yang menyeret sejumlah perusahaan pengelola dana investasi tersebut berdampak terhadap sekitar 455.000 investor, kondisi ini pun membuat  anjloknya indeks saham, hingga melibatkan sejumlah petinggi perusahaan dan politikus dari partai berkuasa.

Otoritas Turki telah menangkap lebih dari 45 orang dalam penyelidikan kasus tersebut. Di tengah proses hukum, seorang politikus perempuan senior dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai yang di pimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan, juga mengundurkan diri dari sejumlah jabatan politiknya.

Skandal ini menjadi pukulan bagi masyarakat Turki yang selama beberapa tahun terakhir berupaya menjaga nilai kekayaan mereka di tengah inflasi tinggi. Dengan tingkat inflasi yang berada di kisaran 30 persen, masyarakat semakin banyak menempatkan dana pada berbagai instrumen, mulai dari emas, valuta asing, saham, hingga reksa dana.

BacaJuga

Bangkrut Usai Pendapatan Anjlok 49%, ATM Bitcoin di Tutup

Bank Mandiri Perluas Pasar UMKM Kuliner Lewat Livin’ Food dengan Gandeng Merchant

Namun, investasi saham justru membawa kerugian bagi ratusan ribu investor setelah dugaan manipulasi pasar terungkap.

Pada pertengahan September 2026, indeks acuan BIST 100 Bursa Efek Istanbul merosot sekitar 6 persen hanya dalam satu hari perdagangan. Dalam beberapa hari berikutnya, indeks tersebut mencatat penurunan kumulatif sekitar 12 persen.

Sejumlah Perusahaan Pengelola Dana Terseret

Persoalan ini mencuat setelah sejumlah penyedia dana investasi mengalami kesulitan mengembalikan dana milik investor sesuai jadwal. Dua perusahaan yang menjadi sorotan dalam kasus tersebut adalah Pusula Portfoy dan Tera.

Dua dana investasi yang di kelola Tera saja tercatat memiliki total aset sekitar 6,5 miliar euro atau setara US$6,37 miliar.

Dewan Pasar Modal Turki (SPK) kemudian mengambil tindakan dengan menghentikan operasional dana investasi milik tujuh perusahaan pengelola aset. Perusahaan yang terdampak antara lain Tera, Pusula, dan Atlas.

Kantor berita Anadolu melaporkan, otoritas merencanakan likuidasi terhadap 131 dana investasi yang di kelola perusahaan-perusahaan tersebut.

Kantor Kejaksaan Istanbul juga membuka penyelidikan atas dugaan penipuan, pelanggaran undang-undang pasar modal, serta pembentukan organisasi kriminal. Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek menyampaikan bahwa aparat tengah mendalami berbagai dugaan pelanggaran dalam pengelolaan dana investasi tersebut.

Penyidik menduga sejumlah perusahaan sengaja menaikkan nilai portofolio investasi secara artifisial. Padahal, sebagian aset dalam portofolio tersebut diduga berupa saham bermasalah atau saham berkualitas rendah yang sulit diperdagangkan dan memiliki nilai pasar sangat kecil.

Dari lebih 45 orang yang di tangkap, beberapa di antaranya merupakan petinggi perusahaan investasi. Otoritas juga membekukan aset milik 42 individu dan 46 badan hukum, sebagaimana di sampaikan Gurlek melalui akun media sosial X.

Bursa Efek Istanbul turut mengambil langkah dengan mengeluarkan 27 saham dari indeks acuan BIST 100 mulai 1 Oktober 2026.

Nasib Dana Ratusan Ribu Investor

Di tengah penyelidikan, perhatian utama tertuju pada nasib dana milik sekitar 455.000 investor yang terdampak.

Otoritas memutuskan melikuidasi dana investasi dengan menjual aset yang tersimpan dalam portofolio. Hasil penjualan tersebut kemudian di bagikan kepada investor secara proporsional berdasarkan jumlah unit penyertaan yang mereka miliki.

Untuk menghindari tekanan jual berlebihan, otoritas memperpanjang batas waktu likuidasi dari tiga bulan menjadi enam bulan.

Aysel Gundogdu, penasihat keuangan independen di Istanbul, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memberikan waktu lebih panjang bagi pengelola untuk menjual aset. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu melepas saham secara terburu-buru ketika harga pasar sedang tertekan.

Meski demikian, perpanjangan waktu tidak berarti seluruh proses likuidasi akan berlangsung selama enam bulan. Penyelesaian bisa lebih cepat apabila kondisi pasar memungkinkan.

Investor juga tidak memperoleh jaminan bahwa seluruh dana mereka akan kembali. Pasalnya, dana investasi memiliki karakteristik berbeda dari rekening tabungan. Nilai dana yang diterima investor bergantung pada harga dan nilai aset dalam portofolio ketika proses likuidasi berlangsung.

Gundogdu memperkirakan dana pasar uang masih memiliki peluang lebih besar untuk di kembalikan kepada investor. Sebaliknya, dana lindung nilai atau hedge fund dan dana saham berpotensi menghadapi kesulitan karena sebagian portofolionya berisi saham bermasalah yang sulit di perdagangkan.

Manipulasi Bukan Risiko Investasi Biasa

Ekonom sekaligus kolumnis Guldem Atabay menilai investor memang harus memahami risiko penurunan harga saham. Namun, mereka tidak seharusnya menanggung kerugian akibat informasi palsu, manipulasi harga, maupun lemahnya pengawasan.

Menurutnya, risiko pasar merupakan bagian dari aktivitas investasi. Akan tetapi, kerugian akibat praktik manipulasi dan informasi menyesatkan merupakan persoalan berbeda yang membutuhkan pertanggungjawaban hukum.

Persoalan berikutnya adalah menentukan tanggung jawab perusahaan pengelola dana dan para manajernya atas kerugian yang dialami investor.

Dalam proses likuidasi, pengelola akan menjual saham dan surat berharga lain yang menjadi bagian dari portofolio. Namun, nilai sebenarnya dari aset tersebut serta kemampuan pasar menyerap penjualan menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah dana yang dapat dikembalikan.

Gundogdu memperkirakan nilai aset yang tersisa kemungkinan tidak cukup untuk memenuhi seluruh klaim investor. Ia juga menyoroti persoalan struktural dalam tata kelola dan pengawasan industri pengelolaan dana investasi di Turki.

“Krisis ini jauh lebih besar daripada sekadar krisis likuiditas. Ada kelemahan dalam pengelolaan dan pengawasan,” ujar Gundogdu.

Ia bahkan membuka kemungkinan penggunaan aset milik pendiri perusahaan pengelola dana maupun para manajernya untuk menutup kekurangan dana investor, apabila di temukan dasar hukum dan tanggung jawab yang bersangkutan.

Atabay juga mendesak otoritas mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab dan memulihkan kerugian akibat pelanggaran hukum dari pihak tersebut.

Menurutnya, proses likuidasi tidak boleh menghentikan penyelidikan terhadap dugaan manipulasi dan penyalahgunaan dana.

“Likuidasi bukan pengganti pertanggungjawaban,” tegas Atabay.

Skandal Merembet ke Lingkaran Politik

Kasus manipulasi saham ini juga mulai menimbulkan dampak politik di Turki. Fatma Betul Sayan Kaya, wakil ketua AKP sekaligus mantan Menteri Urusan Keluarga Turki, meminta Presiden Recep Tayyip Erdogan membebaskannya dari seluruh jabatan yang selama ini di embannya.

Keterlibatan nama politikus senior tersebut menambah sorotan terhadap skandal yang awalnya berkaitan dengan pengelolaan dana investasi.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap dugaan manipulasi pasar, pihak yang bertanggung jawab, serta besaran kerugian yang dialami investor.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa investasi di pasar modal tidak hanya membutuhkan pengelolaan risiko oleh investor, tetapi juga transparansi perusahaan dan pengawasan regulator yang kuat.(*)

Tags: 455 Ribu InvestorBIST 100Bursa Efek IstanbulDana InvestasiInvestor TurkiLikuidasi Dana InvestasiManipulasi Pasar SahamPusula PortfoySkandal Saham TurkiTera
Previous Post

Kabar Duka! Pendiri Ayam Goreng Suharti, Hj. Suharti Tutup Usia

Next Post

Terikat Janji Makin Memanas, Rahasia Reza dan Konflik Novan Jadi Sorotan

Related Posts

Bangkrut Usai Pendapatan Anjlok 49%, ATM Bitcoin di Tutup
Ekonomi & Bisnis

Bangkrut Usai Pendapatan Anjlok 49%, ATM Bitcoin di Tutup

by Redaksi SB
1 November 2026
0

JAKARTA, Signalberita.com – Operator mesin ATM Bitcoin asal Atlanta, Amerika Serikat, Bitcoin Depot, menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya setelah mengajukan perlindungan...

Read more
Bank Mandiri Perluas Pasar UMKM Kuliner

Bank Mandiri Perluas Pasar UMKM Kuliner Lewat Livin’ Food dengan Gandeng Merchant

1 November 2026
Harga BBM 1 November 2026 Jadi Perhatian

Harga BBM 1 November 2026 Jadi Perhatian, Shell, BP, dan Vivo, Besok Berpotensi Berubah

31 Oktober 2026
Mandat Bank Indonesia Semakin Luas

Mandat Bank Indonesia Semakin Luas, Destry Damayanti: BI Bukan Berada di Menara Gading

31 Oktober 2026
Sepanjang 2026 Sebanyak 15 Bank Dicabut Izin

Sepanjang 2026 Sebanyak 15 Bank Dicabut Izin, Ini Daftar BPR dan BPRS yang Ditutup

31 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

signalberita.com

Media online yang menyajikan berita terupdate, fokus mengabarkan berita Politik, Nasional, Ekslusif, Hukrim, Sosial Budaya dan berita terpopuler lainnya.

Follow Us

Kecamatan Depati VII

Berita Terbaru

Bangkrut Usai Pendapatan Anjlok 49%, ATM Bitcoin di Tutup

Bangkrut Usai Pendapatan Anjlok 49%, ATM Bitcoin di Tutup

1 November 2026
Cara Mengetahui Aki Motor Soak

Cara Mengetahui Aki Motor Soak dan Perlu Diganti atau Tidak

1 November 2026

Kategori Populer

  • Advetorial
  • Artikel
  • Batanghari
  • Berita Daerah
  • BERITA TERPOPULER
  • Bute
  • EDITORIAL
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Kerinci
  • Kesehatan
  • Kota Jambi
  • LAINNYA
  • Milenial
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Provinsi Jambi
  • Sarko
  • Sastra & Budaya
  • Sungai Penuh
  • Tanjab
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Video Viral
  • Wisata Kita

BERITA TERBARU

Bangkrut Usai Pendapatan Anjlok 49%, ATM Bitcoin di Tutup

Bangkrut Usai Pendapatan Anjlok 49%, ATM Bitcoin di Tutup

1 November 2026
Cara Mengetahui Aki Motor Soak

Cara Mengetahui Aki Motor Soak dan Perlu Diganti atau Tidak

1 November 2026
Bank Mandiri Perluas Pasar UMKM Kuliner

Bank Mandiri Perluas Pasar UMKM Kuliner Lewat Livin’ Food dengan Gandeng Merchant

1 November 2026
Benarkah Pindah Gigi D ke N Saat Mobil Matik Berhenti Bisa merusak mobil

Benarkah Pindah Gigi D ke N Saat Mobil Matik Berhenti Bisa Merusak Transmisi?

1 November 2026
Apa Arti Mimpi Pergi ke Suatu Tempat

Apa Arti Mimpi Pergi ke Suatu Tempat, Benarkah Pertanda Perubahan Hidup?

1 November 2026
Terikat Janji Makin Memanas

Terikat Janji Makin Memanas, Rahasia Reza dan Konflik Novan Jadi Sorotan

1 November 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advetorial
  • Artikel
  • Berita Daerah
  • BERITA TERPOPULER
  • EDITORIAL
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • LAINNYA

Copyright © 2023 www.signalberita.com

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi

Copyright © 2023 www.signalberita.com