Dapat Suplai dari PLTA, Listrik Kerinci-Sungai Penuh Kembali Normal
KERINCI, SB – Pasca Robohnya Tower SUTT di Muara Emat, kecamatan Batang Merangin, Kerinci, pada Sabtu (17/05/2025) lalu, sempat membuat listrik padam kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh hingga Tiga hari.
Hal ini membuat masyarakat kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh mengeluh, akibat Pemadaman, karena masyarakat kesulitan dalam melaksanakan aktivitas dan menjalankan usahanya.
Listrik kembali normal, pada Selasa dini hari (20/05/2025) setelah pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sungai Penuh mendapatkan aliran listrik sementara dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) di Batang Merangin.
Manager PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menyampaikan bahwa suplai dari PLTA KMH mulai masuk ke sistem jaringan 150 kV pada Selasa dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, dan satu jam kemudian listrik berhasil disalurkan kembali ke rumah-rumah warga.
“Listrik kita disuplai dari pihak KMH, sambil menunggu perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di kawasan Muara Emat rampung,” ujar Ekonya.
Suplai listrik dari PLTA KMH ini, lanjutnya merupakan hasil dari rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama Bupati Kerinci, Monadi, pihak PLN, dan manajemen PT KMH pada Senin (19/05). Dalam rapat tersebut dibahas juga percepatan operasional PLTA KMH untuk mendukung ketersediaan listrik di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
“Dalam rapat kemarin, kami mendorong agar PLTA KMH segera dapat beroperasi penuh dan bekerja sama dengan PLN demi kelancaran pasokan listrik di wilayah ini,” tambah Eko.
Dapat Suplai dari PLTA, Listrik Kerinci-Sungai Penuh Kembali Normal
Secara terpisah, Manager Humas PT KMH, H. Aslori Ilham, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Dai menyatakan bahwa suplai listrik dari PLTA KMH bersifat sementara sebagai solusi darurat.
“PLTA KMH siap membantu suplai listrik untuk menstabilkan pasokan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, sembari menunggu pembangunan tower SUTT milik PLN rampung. Ini merupakan langkah darurat untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan,”katanya.(Fra)









