Warga Masih Bertahan di Pintu Masuk PLTA Kerinci, 7 warga di kabarkan Amankan Polisi
KERINCI, SB – Demo Warga Dua Desa Pulau Pandan dan Karan Pandan, kecamatan Bukit Kerman, Kerinci, di Pintu masuk PLTA Kerinci, masuk hari kedua. Warga masih bertahan.
Namun, dalam aksi unjukrasa warga ini ada sejumlah warga Dua desa di amankan petugas kepolisian.
Informasi yang di himpun, sedikitnya tujuh warga disebut telah dibawa oleh aparat. Mereka adalah Matharis, Tambrin, Mujahidin, Wahidin, Pradilan Sandi, Prantono, dan Jondailani.
“Kami tidak akan lari dari lokasi ini, karena ini milik rakyat bukan milik pribadi. Karena proyek PLTA ini telah merugikan kami, mata pencarian kami hilang,”kata salah seorang Emak-emak dalam aksinya.
Kami hanya menuntut keadilan, jangan sampai masyarakat di rugikan dengan adanya PLTA ini,” ujar seorang warga yang ikut dalam aksi, menegaskan bahwa perjuangan mereka murni untuk kepentingan rakyat kecil.
Menurut keterangan warga, lima orang sempat di amankan pada Jumat pagi, menyusul dua orang yang sebelumnya sudah lebih dulu di bawa aparat pada Kamis malam. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah pasti warga yang di tangkap maupun pasal yang di kenakan.
Sementara itu, Kapolres Kerinci belum memberikan keterangan soal warga di amankan polisi, sedangkan Kasat Reskrim AKP Very Prastyawan, saat di konfirmasi kebenarannya tersebut masih enggan berkomentar, dia mengarahkan ke Humas Polres Kerinci. “Saya masih di PLTA nanti sama Humas,”singkatnya.
Pada Jumat Siang sempat memanas kembali antara Emak-emak dengan pihak Kepolisian, di mana para emak-emak ini menduduki lokasi yang akan di lakukan pengerukan alat Eskavator.
Aksi warga Dua desa Pulau Pandan dan Karang Pandan ini menuntut kompensasi ganti rugi dampak dari pengerukan Sungai Batang Merangin dengan mata pencarian warga senilai Rp 300 Juta per KK. (Fra)








