SIGNALBERITA.COM – Angin segar bagi Petani Jagung di Indonesia. Karena Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menginstruksikan Bulog untuk menyerap Jagung produksi dari Dalam Negeri.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, mengatakan Pada tahun 2025 ini telah di laksanakan pelepasan stok CJP melalui metode lelang sebanyak 90,8 ribu ton.
“Setelah usainya panen raya jagung pada Februari dan Maret 2025, harga jagung di tingkat peternak mulai beranjak naik. Per 25 Agustus, secara nasional rerata harga jagung di peternak tercatat berada di Rp6.539 per kilogram (kg) atau 12,74 persen melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang Rp5.800 per kg,” bebernya.
“Sementara, kondisi rerata harga jagung pipilan kering di tingkat petani cukup positif karena berada tipis di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang Rp5.500 per kg. Per 25 Agustus, rerata jagung pipilan kering berada di Rp5.534 per kg. Jika di bandingkan sebulan sebelumnya dari 25 Agustus, rerata harga kala itu masih berada di Rp4.921 per kg,” tambahnya.
Di sisi lain, Arief mengatakan, pengawasan ketat stok jagung pemerintah di lapangan di lakukan bersama Satgas Pangan Polri. Sambil di lakukan penajaman database penerima program SPHP agar semakin tepat sasaran.
“Tugasnya pemerintah itu kalau sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo adalah menjaga kesejahteraan petani dan peternak, serta memastikan masyarakat sebagai konsumen, tidak rugi. Dari hulu sampai hilir harus aman. Jadi kestabilan harga, mulai dari jagung pakan untuk unggas sangat penting di wujudkan,” tukas Arief.
“Bersama Satgas Pangan Polri, kami berkomitmen melakukan pengawasan ketersediaan jagung. Tidak boleh ada yang menimbun stok untuk memperoleh keuntungan sepihak. Ini stok jagung pemerintah dalam waktu dekat pun siap di gulirkan ke peternak layer mandiri, sehingga pengawasan penting untuk ketepatan sasarannya,” pungkasnya.***









